Skip to footer
Charge Point charging station handles, Windsor, Ontario, 2025-07-30
Photo: Illustrative image — Photo: Chris Woodrich, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

world

Ada Usulan Bebas Ganjil Genap Mobil Listrik Dihapus, Begini Reaksi Hyundai

PT Hyundai Motors Indonesia tanggapi usulan Moeldoko soal penghapusan bebas ganjil-genap mobil listrik

Updated 2 min read

Key points

  • Moeldoko mengusulkan bebas ganjil-genap untuk mobil listrik dihapus saat pangsa pasar mencapai 30 persen.
  • Fransiscus Soerjopranoto, COO HMID, menyebut keputusan akhir tetap di tangan pemerintah.
  • Menurut HMID, aturan bebas ganjil-genap hanya berlaku di Jakarta, sementara konsumen mobil listrik tersebar ke daerah lain.

Why it matters. Keputusan pemerintah atas usulan ini dapat memengaruhi fasilitas bagi pengguna mobil listrik di Jakarta, sementara konsumen di daerah lain belum mendapat fasilitas serupa.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menanggapi usulan Moeldoko agar bebas ganjil-genap untuk mobil listrik di Jakarta dihapus. COO Fransiscus Soerjopranoto di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (5/11), mengatakan keputusan akhir ada di tangan pemerintah karena aturan itu hanya berlaku di Jakarta. Moeldoko sebelumnya menyebut insentif nonfiskal itu perlu dihapus saat pangsa pasar mobil listrik mencapai 30 persen.

Latest updates

Ada Usulan Bebas Ganjil Genap Mobil Listrik Dihapus, Begini Reaksi Hyundai

Jakarta - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menanggapi usulan Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, soal penghapusan bebas ganjil-genap (gage) untuk mobil listrik di Jakarta. Menurut mereka, keputusan akhir tetap di tangan pemerintah. Hal tersebut disampaikan Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer (COO) HMID. Kata dia, aturan bebas ganjil-genap hanya berlaku di Jakarta, sementara konsumen mobil listrik mulai tersebar ke berbagai daerah lain. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Nah, sekarang bagaimana Hyundai mengambil sikap soal ganjil-genap dan sebagainya? Buat kami, simpelnya begini, kalau waktu Jakarta dikasih fasilitas ganjil genap tapi selain Jakarta tidak dapat fasilitas yang sama," ujar Frans di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (5/11). Hyundai Ioniq 5. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detik.com "Toh nggak ada bedanya, tetap berjalan seperti itu. Sekarang tinggal bagaimana kebijakan pemerintah dan sikap masing-masing maker," tambahnya. Diberitakan sebelumnya, Moeldoko mengusulkan agar insentif nonfiskal seperti bebas gage untuk mobil listrik dihapus ketika pangsa pasarnya mencapai 30%. Menurutnya, insentif tersebut hanya dibutuhkan saat perkenalan awal. Moeldoko menilai, ketika pasar mobil listrik sudah terbentuk dan pertumbuhannya semakin pesat, pemberian insentif nonfiskal tak lagi diperlukan. Kebijakan tersebut juga.

Sources