
tech
AI Diproyeksi Menciptakan 170 Juta Pekerjaan Baru Tapi Menghilangkan 92 Juta
Dedy Permadi (UGM) menjelaskan di Jakarta bahwa laporan WEF 2020 memproyeksikan otomatisasi hingga 2030 menciptakan 170 juta pekerjaan baru
Key points
- Laporan WEF 2020 memproyeksikan otomatisasi hingga 2030 menciptakan 170 juta pekerjaan baru.
- AI diperkirakan berkontribusi US$366 miliar atau Rp6.641,82 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2030.
- Indonesia menyelesaikan penilaian kesiapan AI bersama UNESCO pada 2023 untuk menyusun regulasi etika.
Why it matters. Penjelasan ini penting bagi pembaca untuk memahami potensi ekonomi dan risiko sosial dari adopsi AI, serta pentingnya regulasi yang seimbang untuk melindungi inovasi dan investasi di Indonesia.
Dosen Universitas Gadjah Mada Dedy Permadi menjelaskan di Jakarta bahwa laporan World Economic Forum 2020 memproyeksikan otomatisasi hingga 2030 akan menciptakan 170 juta pekerjaan baru sekaligus menghilangkan 92 juta pekerjaan. Dedy menambahkan bahwa AI diperkirakan berkontribusi US$366 miliar atau Rp6.641,82 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2030, namun kesenjangan partisipasi angkatan kerja perempuan sebesar 56 persen dibandingkan laki-laki 84 persen menjadi perhatian.
Latest updates
AI Diproyeksi Menciptakan 170 Juta Pekerjaan Baru Tapi Menghilangkan 92 Juta
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital diperkirakan membawa perubahan besar terhadap pasar tenaga kerja global hingga tahun 2030. Otomatisasi dan digitalisasi diprediksi akan menciptakan 170 juta pekerjaan baru, tetapi pada saat yang sama juga berpotensi menghilangkan 92 juta pekerjaan. Dosen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada menyoroti bahwa transisi ini memerlukan strategi adaptasi yang matang dari berbagai sektor industri. Pemerintah dan lembaga pendidikan diharapkan segera merancang program pelatihan untuk memastikan tenaga kerja siap menghadapi perubahan struktur pekerjaan akibat teknologi.