
business
Airlangga Lapor Prabowo: Ekonomi Terjaga, PMI Manufaktur Ekspansif di Level 54
Airlangga lapor Prabowo bahwa PMI manufaktur Indonesia naik ke 54, level ekspansi terkuat sejak Maret 2024.
Key points
- PMI manufaktur Indonesia mencapai 54, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya.
- Surplus neraca perdagangan Januari-September 2026 tercatat US$10,61 miliar.
- Inflasi Oktober tercatat 3,23% secara tahunan dan 0,22% secara bulanan.
Why it matters. Airlangga menilai ekonomi nasional masih menuju arah positif, dan kondisi itu diharapkan tetap terjaga hingga akhir tahun.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kondisi ekonomi kepada Presiden Prabowo Subianto usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/11/2026). PMI manufaktur Indonesia naik ke 54 dari 52,4 pada bulan sebelumnya, level ekspansi terkuat sejak Maret 2024. Surplus neraca perdagangan September 2026 tercatat US$3,36 miliar, sementara inflasi Oktober mencapai 3,23% secara tahunan. Airlangga menyebut inflasi inti 2,56% dan fundamental ekonomi masih kuat.
Latest updates
Airlangga Lapor Prabowo: Ekonomi Terjaga, PMI Manufaktur Ekspansif di Level 54
Sejumlah menteri ekonomi Kabinet Merah Putih melaporkan perkembangan terbaru kondisi makro ekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan sejumlah indikator menunjukkan ekonomi nasional masih menuju arah positif. Ia menyebut Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia mencapai level 54, yang menandakan ekspansi sektor manufaktur. Airlangga juga memastikan fundamental ekonomi, termasuk ekspor dan inflasi, tetap terjaga. Pemerintah akan terus memantau perkembangan indikator ekonomi tersebut.