
business
PT Bakrie & Brothers Tbk Raih Pendapatan Rp4,12 Triliun Naik 55% di Kuartal III 2026
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat pendapatan bersih Rp 4,12 triliun naik 55,45% di kuartal III-2026.
Key points
- PT Bakrie & Brothers Tbk mencatat pendapatan bersih Rp 4,12 triliun naik 55,45% di kuartal III-2026.
- Laba usaha perusahaan mencapai Rp 596,24 miliar dengan lonjakan 2.157,14% dibanding periode sama tahun lalu.
- Penurunan laba bersih disebabkan oleh kenaikan floating rate yang meningkatkan beban bunga CCT pasca akuisisi.
Why it matters. Investor dapat memantau dampak kenaikan beban bunga CCT terhadap profitabilitas jangka panjang meskipun pendapatan dan gross profit menunjukkan pertumbuhan signifikan.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat pendapatan bersih Rp 4,12 triliun pada kuartal III-2026, naik 55,45% dari Rp 2,65 triliun tahun lalu. Direktur Utama Anindya Bakrie menyatakan pertumbuhan ini didorong oleh kinerja unit usaha utama seperti VKTR Group, BMI Group, dan BIIN Group. Namun, penurunan laba bersih terjadi akibat kenaikan floating rate yang meningkatkan beban bunga CCT pasca akuisisi.
Latest updates
PT Bakrie & Brothers Tbk Raih Pendapatan Rp4,12 Triliun Naik 55% di Kuartal III 2026
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp4,12 triliun pada kuartal ketiga tahun 2026. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp1,47 triliun atau 55,45% dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,65 triliun. Entitas milik Anindya Bakrie dan saudaranya ini menunjukkan kinerja keuangan yang sangat positif di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Peningkatan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan strategi operasional dan manajemen perusahaan dalam memanfaatkan peluang pasar.
Pemerintah Alokasikan Rp 31 Triliun untuk Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026
Salah satu program utama adalah pembukaan rekening bank gratis bagi warga berusia 17 tahun dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,28 triliun. Langkah ini diambil untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat di seluruh Indonesia. Total anggaran Rp 31 triliun tersebut akan didistribusikan melalui berbagai skema bantuan dan insentif ekonomi. Pemerintah berharap stimulus ini dapat menjaga daya beli masyarakat menjelang pergantian tahun.
Stimulus Ekonomi Rp 31 Triliun untuk Kuartal IV 2026 Disiapkan Pemerintah
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp 31 triliun untuk kuartal IV tahun 2026. Salah satu komponen utama stimulus adalah bantuan beras senilai Rp 17,55 triliun yang akan disalurkan kepada 33,2 juta keluarga. Paket tersebut juga mencakup program Bantuan Sosial Universal (BSU) dan kebijakan rekening gratis untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Pemerintah berharap stimulus ini dapat menstabilkan pertumbuhan ekonomi menjelang akhir tahun. Implementasi program akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait dan lembaga keuangan nasional.
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 31,8 Triliun untuk BSU, Beras, dan Diskon Nataru
Pemerintah resmi menyiapkan anggaran sebesar Rp 31,8 triliun guna mendanai empat program andalan untuk menjaga daya beli masyarakat. Paket kebijakan ini meliputi Bantuan Subsidi Upah (BSU), bantuan pangan berupa beras 10 kilogram, serta insentif diskon untuk periode Natal dan Tahun Baru. Kebijakan fiskal tersebut dirancang untuk meredam tekanan inflasi serta menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan oleh kementerian terkait agar tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah berharap stimulus ini dapat menggerakkan sektor konsumsi rumah tangga pada akhir tahun.