
business
Pemerintah Jaga APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Pemerintah menjaga APBN di tengah lonjakan harga minyak dunia, kata Menkeu Suahasil Nazara.
Key points
- Harga minyak mentah dunia sempat tembus US$ 113 hingga US$ 114 per barel, meski beberapa hari terakhir sedikit turun.
- Aliran modal asing masuk (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp 126 triliun dari Januari sampai akhir Oktober.
- Pengelolaan APBN hingga akhir Oktober masih berjalan sesuai target (on track) untuk pendapatan dan belanja.
Why it matters. Kenaikan harga minyak mendorong yield SBN naik, sehingga pemerintah menyatakan kesiapsiagaan menjaga APBN di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah menjaga APBN di Jakarta, Selasa (3/11/2026), di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak sempat tembus US$ 113 hingga US$ 114 per barel, dan kenaikannya turut mendorong imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) naik. SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih diminati investor asing, sehingga aliran modal asing masuk (capital inflow) mencapai Rp 126 triliun sepanjang Januari hingga akhir Oktober.
Latest updates
Pemerintah Jaga APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Pemerintah menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat tembus US$ 113 hingga US$ 114 per barel. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi pasar dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga stabilitas APBN. Pihak pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk mengurangi dampak lonjakan harga minyak, seperti meningkatkan produksi minyak dan mengurangi impor minyak. Namun, masih belum jelas apakah langkah-langkah ini dapat efektif dalam menjaga stabilitas APBN.