Skip to footer
Vilnius Modern Skyline At Dusk, Lithuania - Diliff
Photo: Illustrative image — Photo: Diliff, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

business

Astra International Catat Laba Rp24,6 Triliun hingga September 2026

Astra International catat laba bersih Rp24,6 triliun di luar pos nonberulang hingga September 2026.

Updated 1 min read

Key points

  • Pendapatan bersih konsolidasian Astra Rp243,9 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, stabil dibandingkan Rp243,6 triliun setahun
  • Laba bersih bisnis otomotif naik 8 persen menjadi Rp9,8 triliun, sementara laba bersih jasa keuangan naik 6 persen menjadi Rp7,2 triliun.
  • Kinerja kuartal III dibantu kembali beroperasinya tambang emas Martabe dan peningkatan volume kontrak pertambangan.

Why it matters. Astra memperkirakan faktor pertambangan dan otomotif akan terus menunjang kinerja kuartal keempat, sementara laba setelah pos nonberulang turun 12 persen.

Astra menutup sembilan bulan pertama 2026 dengan laba bersih di luar pos nonberulang Rp24,6 triliun, hanya turun sekitar 1 persen dari periode yang sama tahun lalu. Setelah memperhitungkan pos nonberulang, laba bersih turun 12 persen menjadi Rp21,6 triliun, terutama akibat penurunan nilai investasi ekuitas. Presiden Direktur Rudy menyebut bisnis pertambangan dan alat berat masih menghadapi kondisi yang menantang, sementara pendapatan bersih stabil di Rp243,9 triliun.

Latest updates

Astra International Catat Laba Rp24,6 Triliun hingga September 2026

PT Astra International Tbk (Astra) menunjukkan perbaikan kinerja pada kuartal III 2026. Pertumbuhan dikaitkan dengan bisnis otomotif, jasa keuangan, serta meningkatnya aktivitas pertambangan. Berdasarkan pemberitaan Ekbis, laba bersih Astra di luar pos nonberulang mencapai Rp24,6 triliun selama Januari hingga September 2026. Angka itu turun sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menyebut momentum ini menjadi modal untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun.

Sources