Skip to footer
BP Oil Refinery Jetty, Kwinana, August 2019 1
Photo: Illustrative image — Photo: Calistemon, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

WIKA Catat Kontrak Baru Rp9,78 Triliun hingga September 2026

WIKA catat kontrak baru Rp9,78 triliun hingga September 2026, naik 57,9% dari tahun lalu.

Updated 1 min read

Key points

  • Kontrak baru WIKA pada periode yang sama tahun lalu tercatat Rp6,20 triliun.
  • Pada September 2026, WIKA memperoleh kontrak pekerjaan sipil revitalisasi beam plant BP1 milik PT Garuda Yamato Steel di Cikarang, Jawa
  • Proyek revitalisasi itu ditargetkan selesai pada April 2027 dan menaikkan kapasitas produksi dari 400.000 ton menjadi 540.000 ton per tahun.

Why it matters. Menurut WIKA, kenaikan kontrak ini menunjukkan kepercayaan pemberi kerja tetap terjaga, dan perusahaan mengaku selektif memilih tender yang memiliki sumber pendanaan jelas.

WIKA mencatat kontrak baru senilai Rp9,78 triliun hingga akhir September 2026, naik 57,9% dari Rp6,20 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Industri penunjang konstruksi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 36,3%, disusul infrastruktur dan gedung 31,3%, serta energi dan industrial plant 27,2%. Berdasarkan pemberi kerja, BUMN menyumbang 49,5%, pemerintah 29,1%, dan swasta 19,5%.

Latest updates

WIKA Catat Kontrak Baru Rp9,78 Triliun hingga September 2026

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan kontrak baru senilai Rp9,78 triliun hingga akhir September 2026. Nilai ini meningkat 57,9% dibandingkan Rp6,20 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan segmen, industri penunjang konstruksi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 36,3% dari total kontrak baru. Perusahaan memfokuskan pertumbuhan pada proyek infrastruktur dan konstruksi berkualitas. Rincian sektor lain dan nilai kontrak per segmen tersedia dalam laporan keuangan perusahaan.

Astra International Catat Laba Rp24,6 Triliun hingga September 2026

PT Astra International Tbk (Astra) menunjukkan perbaikan kinerja pada kuartal III 2026. Pertumbuhan dikaitkan dengan bisnis otomotif, jasa keuangan, serta meningkatnya aktivitas pertambangan. Berdasarkan pemberitaan Ekbis, laba bersih Astra di luar pos nonberulang mencapai Rp24,6 triliun selama Januari hingga September 2026. Angka itu turun sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menyebut momentum ini menjadi modal untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun.

Sources