
business
Bahlil Targetkan Setoran PNBP Minerba Tembus Rp160–165 Triliun pada Akhir 2026
Bahlil targetkan PNBP minerba tembus Rp160-165 triliun pada akhir 2026, naik dari Rp141 triliun per 1 Oktober.
Key points
- PNBP minerba pada 2025 kurang lebih Rp 130-135 triliun, menurut Bahlil.
- Indonesia menguasai 43% atau 540 juta ton dari total perdagangan batu bara dunia sebesar 1,3 miliar ton.
- Pemerintah mencatat kelebihan pasokan nikel dunia hingga mendekati 800.000 ton, dan RKAB juga akan diterapkan pada nikel.
Why it matters. Jika target tercapai, setoran negara dari sektor minerba akan naik, dan kebijakan pengendalian kuota lewat RKAB dapat memengaruhi harga batu bara dan nikel.
Bahlil Lahadalia menargetkan PNBP minerba naik dari Rp 141 triliun per 1 Oktober 2026 menjadi Rp 160-165 triliun pada akhir 2026. Ia menyampaikannya di Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026 di Jiexpo, dengan PNBP 2025 sekitar Rp 130-135 triliun. Bahlil mengaitkan kenaikan itu dengan kendali kuota ekspor batu bara lewat RKAB yang, menurutnya, mendorong harga batu bara kalori 6.333 ke US$ 154 per ton.
Latest updates
Bahlil Targetkan Setoran PNBP Minerba Tembus Rp160–165 Triliun pada Akhir 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) menembus Rp160–165 triliun pada akhir 2026. Target tersebut naik dari realisasi per 1 Oktober 2026 yang telah mencapai Rp141 triliun. Bahlil juga menjabat posisi lain di kabinet dalam urusan hilirisasi dan transisi energi. Target ini menjadi indikator penting bagi penerimaan negara dari sektor pertambangan. Realisasi final akan terlihat setelah tutup tahun anggaran.