
business
Freeport Indonesia Targetkan Produksi Tembaga Grasberg 820 Juta Pon hingga Akhir 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan produksi tembaga dari tambang Grasberg di Papua Tengah bisa mencapai
Key points
- PNBP minerba pada 2025 kurang lebih Rp 130-135 triliun, menurut Bahlil.
- Indonesia menguasai 43% atau 540 juta ton dari total perdagangan batu bara dunia sebesar 1,3 miliar ton.
- Pemerintah mencatat kelebihan pasokan nikel dunia hingga mendekati 800.000 ton, dan RKAB juga akan diterapkan pada nikel.
Why it matters. Jika target tercapai, setoran negara dari sektor minerba akan naik, dan kebijakan pengendalian kuota lewat RKAB dapat memengaruhi harga batu bara dan nikel.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan produksi tembaga dari tambang Grasberg di Papua Tengah bisa mencapai 820 juta pon hingga akhir 2026. Hal itu seiring dengan pemulihan operasional tambang Grasberg Block Cave (GBC) usai terjadinya insiden longsoran lumpur pada awal September 2025 lalu. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan bahwa realisasi produksi tembaga hingga Kuartal III-2026 sebesar 249 juta pon dengan deviasi hanya sebesar 1% dari rencana.
Latest updates
Freeport Indonesia Targetkan Produksi Tembaga Grasberg 820 Juta Pon hingga Akhir 2026
PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan produksi tembaga dari tambang Grasberg di Papua Tengah dapat mencapai 820 juta pon hingga akhir 2026. Perkiraan ini seiring pemulihan operasional tambang Grasberg Block Cave (GBC). Operasi tambang sempat terganggu akibat insiden longsoran lumpur pada awal September 2025. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan proyeksi tersebut. Pemulihan produksi ini penting bagi pasokan tembaga nasional dan kinerja perusahaan.
Bahlil Targetkan Setoran PNBP Minerba Tembus Rp160–165 Triliun pada Akhir 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) menembus Rp160–165 triliun pada akhir 2026. Target tersebut naik dari realisasi per 1 Oktober 2026 yang telah mencapai Rp141 triliun. Bahlil juga menjabat posisi lain di kabinet dalam urusan hilirisasi dan transisi energi. Target ini menjadi indikator penting bagi penerimaan negara dari sektor pertambangan. Realisasi final akan terlihat setelah tutup tahun anggaran.