Skip to footer
Winn-Dixie supermarket interior, Miami Florida 14 May 2024 - 2
Photo: Illustrative image — Photo: Phillip Pessar, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons

business

Bahlil Lahadalia Kaji Moratorium Smelter yang Hanya Hasilkan Produk Setengah Jadi

Bahlil Lahadalia minta kajian moratorium smelter yang hanya menghasilkan produk setengah jadi

Updated 1 min read

Key points

  • Bahlil menilai mayoritas industri hilirisasi Indonesia masih menghasilkan produk setengah jadi.
  • Ekspor nikel disebut naik dari sekitar US$3,3 miliar pada 2017-2019 menjadi US$33 miliar hingga US$34 miliar pada 2023-2024.
  • Harga nikel disebut sekitar US$15.800 per ton, dengan oversupply hampir 800 ribu ton dari kebutuhan dunia 3,5 juta ton per tahun.

Why it matters. Kebijakan ini dapat mengarahkan investasi baru ke industri pengolahan hingga produk akhir, sehingga manfaat ekonominya lebih banyak dinikmati di dalam negeri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta Dirjen Minerba Tri Winarno mengkaji apakah smelter berproduk setengah jadi masih boleh dibangun, dalam acara di Jakarta, Senin (2/11). Menurut Bahlil, mayoritas industri hilirisasi masih menghasilkan produk setengah jadi, dan ekspor nikel naik dari sekitar US$3,3 miliar pada 2017-2019 menjadi US$33 miliar hingga US$34 miliar pada 2023-2024. Harga nikel kini sekitar US$15.800 per ton karena oversupply hampir 800 ribu ton, sehingga ia meminta produksi diatur lewat RKAB.

Latest updates

Bahlil Lahadalia Kaji Moratorium Smelter yang Hanya Hasilkan Produk Setengah Jadi

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia berencana mengkaji moratorium pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk setengah jadi. Langkah tersebut dipertimbangkan agar industri pengolahan mineral dalam negeri tidak berhenti pada produk antara. Bahlil ingin hilirisasi berlanjut hingga menghasilkan barang jadi dengan nilai tambah lebih besar. Rencana ini masih dalam tahap kajian, sehingga bentuk dan waktu pelaksanaannya belum ditetapkan.

Sources