Skip to footer
Anacortes Refinery 31911
Photo: Illustrative image — Photo: Walter Siegmund (talk), CC BY 2.5, via Wikimedia Commons

business

Penjualan Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen pada Januari-September 2026

Penjualan listrik Jawa Barat tumbuh 6,28 persen pada Januari-September 2026 menjadi 50,04 TWh.

Updated 1 min read

Key points

  • Penjualan listrik Jawa Barat mencapai 50,04 TWh dari Januari hingga September 2026.
  • Penjualan itu naik dari 47,08 TWh pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Sektor bisnis tumbuh 9,6 persen, sektor industri 7,17 persen, dan rumah tangga 4,06 persen.

Why it matters. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi sektor bisnis dan industri yang menopang aktivitas ekonomi Jawa Barat.

Penjualan tenaga listrik di Jawa Barat mencapai 50,04 TWh sepanjang Januari hingga September 2026, naik 6,28 persen dari 47,08 TWh pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut PT PLN (Persero) UID Jawa Barat, sektor bisnis tumbuh tertinggi 9,6 persen, industri 7,17 persen, dan rumah tangga 4,06 persen. Ketiga sektor itu menyumbang 94,44 persen penjualan, sisanya 5,56 persen dari sektor sosial, pemerintahan, layanan khusus, dan traksi.

Latest updates

Penjualan Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen pada Januari-September 2026

Penjualan tenaga listrik di Jawa Barat mencapai 50,04 terawatt hour (TWh) sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut tumbuh 6,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 47,08 TWh. Kenaikan itu didorong terutama oleh sektor bisnis dan industri. Data ini menunjukkan permintaan listrik di provinsi tersebut terus menguat sepanjang tahun 2026. Pertumbuhan konsumsi listrik kerap dijadikan indikator aktivitas ekonomi di daerah. Pihak terkait diperkirakan akan terus memantau tren permintaan listrik pada akhir tahun.

Kredit Perbankan Indonesia Tumbuh 13 Persen hingga September 2026, Modal Bank Tetap Tebal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan Indonesia sebesar 13 persen secara tahunan hingga September 2026. Data tersebut disampaikan OJK di tengah kondisi global yang bergejolak. OJK juga menyebut kondisi permodalan perbankan nasional tetap tebal. Pertumbuhan kredit yang kuat menjadi indikator daya tahan sektor keuangan domestik. Rincian sektor penyaluran kredit dan kualitas aset belum tercantum dalam ringkasan sumber ini.

Sources