Skip to footer
Marriner S. Eccles Federal Reserve Board Building
Photo: Illustrative image — Photo: AgnosticPreachersKid, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

business

Laba Bersih Bank Mandiri Naik 19,6 Persen Menjadi Rp46,5 Triliun hingga Oktober 2026

Laba Bersih Bank Mandiri Naik 19,6 Persen Menjadi Rp46,5 Triliun hingga Oktober 2026

Updated 1 min read

Key points

  • Laba bersih konsolidasi Bank Mandiri tumbuh 20,7 persen secara tahunan menjadi Rp45,5 triliun per September 2026.
  • Penyaluran kredit bank only naik 16 persen secara tahunan hingga mencapai angka Rp1.605,8 triliun.
  • Bank Mandiri menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang memiliki izin bank bullion untuk layanan emas terintegrasi.

Why it matters. Pertumbuhan laba dan penurunan NPL bruto ke 0,98 persen menunjukkan penguatan kinerja keuangan serta ekspansi bisnis melalui layanan bank bullion.

Jakarta - Aktivitas usaha dan konsumsi masyarakat terus menopang perekonomian nasional menjelang akhir 2026. Industri perbankan turut mendukung aktivitas tersebut melalui penyaluran pembiayaan bagi dunia usaha dan masyarakat, disertai penghimpunan dana untuk menopang pertumbuhan kredit. Sejalan dengan peran tersebut, Bank Mandiri melanjutkan ekspansi kredit dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, menjaga kualitas aset, serta memperkuat pendanaan dan layanan transaksi.

Latest updates

Laba Bersih Bank Mandiri Naik 19,6 Persen Menjadi Rp46,5 Triliun hingga Oktober 2026

Bank Mandiri mencatat laba bersih sebesar Rp46,5 triliun hingga Oktober 2026, naik 19,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Penyaluran kredit bank tersebut mencapai Rp1.635 triliun dan tumbuh 16,5 persen secara tahunan. Bank menyebut pertumbuhan itu ditopang penyaluran pembiayaan kepada dunia usaha dan masyarakat. Penghimpunan dana juga dilakukan untuk mendukung pertumbuhan kredit tersebut. Bank Mandiri menyatakan akan terus memfokuskan ekspansi pada sektor produktif dan digitalisasi layanan.

Bank Mandiri Raih Laba Bersih Rp45,5 Triliun Hingga September 2026

Bank Mandiri mencatatkan kinerja keuangan positif dengan laba bersih mencapai Rp45,5 triliun hingga September 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 20,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain laba, perusahaan juga mencatat total penyaluran kredit sebesar Rp1.605,8 triliun. Pencapaian ini dipaparkan oleh jajaran direksi termasuk Direktur IT Sunarto dan Direktur Manajemen Risiko Danis Subyantoro.

Sources