Skip to footer
European Central Bank - building under construction - Frankfurt - Germany - 15
Photo: Illustrative image — Photo: Norbert Nagel, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

business

Bos BI Ungkap 3 Faktor Tekan Rupiah hingga Tembus Rp18.145 per Dolar AS

Bos BI Destry Damayanti ungkap tiga faktor yang menekan rupiah hingga menembus Rp18.145 per dolar AS.

Updated 1 min read

Key points

  • Rupiah berada di level Rp18.145 per dolar AS pada 2 November 2026, dibandingkan Rp17.870 pada periode penguatan September.
  • Destry menyebut tiga faktor: eskalasi konflik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS, dan sentimen investor global terhadap aset
  • Rupiah ditutup di Rp18.160 per dolar AS pada Selasa sore, melemah 0,02 persen, menurut analis DOO Financial Futures Lukman Leong.

Why it matters. Tekanan eksternal terhadap rupiah dapat memengaruhi nilai tukar, namun harapan pembicaraan damai di Timur Tengah dan turunnya harga minyak dunia membatasi pelemahannya, menurut analis.

Gubernur BI Destry Damayanti menyebut rupiah berada di level Rp18.145 per dolar AS pada 2 November 2026, setelah menguat pada September di Rp17.870. Destry menyebut tiga faktor utama: eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS, dan sentimen investor global terhadap aset negara berkembang. Pada Selasa sore, rupiah ditutup di Rp18.160, turun 0,02 persen, menurut analis Lukman Leong dari DOO Financial Futures.

Latest updates

Bos BI Ungkap 3 Faktor Tekan Rupiah hingga Tembus Rp18.145 per Dolar AS

Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan sejumlah faktor eksternal yang menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga awal November 2026. Destry mengatakan bahwa rupiah sempat menguat pada akhir kuartal III 2026. Namun, tekanan kembali terjadi sejak Oktober hingga nilai tukar Garuda berada di level Rp18.145 per dolar AS. Pihak BI akan terus memantau situasi pasar dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sources