
business
Pendapatan Blibli Tumbuh 46 Persen hingga Kuartal III/2026
Pendapatan Blibli tumbuh 46 persen menjadi Rp22,24 triliun hingga September 2026, sementara rugi usaha menyusut.
Key points
- Segmen institusi Blibli membukukan pendapatan Rp9,92 triliun, naik 70 persen dari Rp5,83 triliun.
- Rugi usaha Blibli menyusut 53 persen menjadi Rp783 miliar dari Rp1,68 triliun pada periode sama 2025.
- EBITDA Blibli masih rugi Rp566 miliar, dan perseroan mencatat rugi operasional hingga akhir September 2026.
Why it matters. Perbaikan kinerja ini menunjukkan rugi Blibli menyusut, namun perseroan masih mencatatkan rugi operasional dan EBITDA hingga akhir September 2026.
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mencatatkan pendapatan neto Rp22,24 triliun sepanjang Januari hingga September 2026, naik 46 persen dari Rp15,24 triliun pada periode yang sama 2025. Segmen institusi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan pendapatan Rp9,92 triliun, melonjak 70 persen. Rugi usaha perseroan menyusut 53 persen menjadi Rp783 miliar, sementara EBITDA masih negatif Rp566 miliar, dan perseroan mengakui masih mencatatkan rugi operasional dan EBITDA hingga akhir September 2026.
Latest updates
Pendapatan Blibli Tumbuh 46 Persen hingga Kuartal III/2026
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), pengelola platform Blibli, mencatat pendapatan neto Rp22,24 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Perusahaan menggambarkan dirinya sebagai pelopor ekosistem perdagangan omnichannel yang melayani konsumen secara daring dan luring. Pertumbuhan pendapatan tercatat 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil ini disampaikan dalam laporan kinerja kuartal III/2026 perusahaan. Persaingan di sektor e-commerce Indonesia tetap ketat, sehingga pertumbuhan tersebut menjadi indikator penting bagi pelaku pasar.