Skip to footer
BP Oil Refinery Jetty, Kwinana, August 2019 1
Photo: Illustrative image — Photo: Calistemon, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

Chandra Asri Siapkan Sumber Nafta Alternatif akibat Gangguan Selat Hormuz

Chandra Asri menyiapkan sumber nafta alternatif menyusul gangguan pasokan di Selat Hormuz akibat konflik AS dan Iran.

Updated 1 min read

Key points

  • Sekitar 80% kebutuhan nafta Chandra Asri berasal dari kawasan Timur Tengah.
  • Pasokan dari Timur Tengah biasanya dikirim melalui Selat Hormuz, yang kini sulit dilintasi karena konflik AS dan Iran.
  • Fasilitas CSU di Cilegon memiliki kapasitas 300.000 barel minyak mentah per hari dan ditargetkan rampung pada 2027.

Why it matters. Ketergantungan pada pasokan Timur Tengah membuat operasional Chandra Asri rentan, sehingga fasilitas CSU dan impor nafta dapat menjadi bantalan jika gangguan kembali terjadi.

Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di Jakarta, Senin (2/11/2026), menyiapkan pasokan nafta dari sumber lain setelah Selat Hormuz sulit dilintasi. Direktur SDM dan Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, menyebut sekitar 80% kebutuhan nafta perusahaan berasal dari Timur Tengah. Fasilitas Condensate Splitter Unit di Cilegon, Banten, ditargetkan rampung pada 2027 dan memproduksi sekitar 2,5 juta ton nafta per tahun. Perusahaan tetap mengimpor nafta sebagai penyangga jika gangguan pasokan terjadi lagi.

Latest updates

Chandra Asri Siapkan Sumber Nafta Alternatif akibat Gangguan Selat Hormuz

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan petrokimia, mempersiapkan sumber alternatif bahan baku untuk menghadapi gangguan rantai pasok. Gangguan itu dipicu penutupan Selat Hormuz. Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, menyebut sekitar 80% kebutuhan nafta perusahaan menjadi fokus pengamanan pasokan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan. Detail volume dan sumber alternatif yang dipilih belum diungkap dalam laporan ini.

Sources