
business
Danantara Investment Management Catat Laba Bersih Rp705,73 Miliar
Danantara Investment Management catat laba bersih Rp705,73 miliar hingga 30 April 2026
Key points
- Laba bersih US$40,61 juta atau setara Rp705,73 miliar hingga 30 April 2026, berbalik dari rugi Rp131 juta pada periode yang sama tahun lalu.
- Pendapatan kuartal I 2026 mencapai Rp1,10 triliun, naik 36,67% dibanding pendapatan sepanjang 2025 sebesar Rp801,24 miliar.
- Total aset naik 6,09% menjadi Rp140,03 triliun, sementara arus kas operasional negatif Rp15,89 triliun pada empat bulan pertama 2026.
Why it matters. Hasil ini mencerminkan perubahan dari rugi ke laba bagi lembaga investasi bentukan Presiden Prabowo Subianto yang baru memulai operasi komersial pada akhir Oktober 2025.
PT Danantara Investment Management (DIM) mencatat laba bersih US$40,61 juta, setara Rp705,73 miliar, hingga 30 April 2026. Capaian itu berbalik untung dari rugi bersih Rp131 juta pada periode yang sama tahun lalu, dan 506,65% lebih tinggi dari laba bersih 2025 sebesar Rp116,33 miliar. Pendapatan kuartal I 2026 mencapai Rp1,10 triliun, naik 36,67% dari pendapatan sepanjang 2025, menurut data yang dikutip dari bursa Singapura.
Latest updates
Danantara Investment Management Catat Laba Bersih Rp705,73 Miliar
PT Danantara Investment Management (DIM) mencatat laba bersih US$40,61 juta, setara Rp705,73 miliar, hingga 30 April 2026. Capaian ini berbalik dari rugi bersih Rp131 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan pada kuartal I tercatat naik 36,67 persen. Laba tersebut juga disebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode pembanding. CNBC Indonesia melaporkan data ini berdasarkan laporan keuangan perusahaan.
Danantara Targetkan Investasi USD 30 Miliar Lewat Proyek Unggulan
Managing Director Global Relations and Communications Danantara, Pahala Mansury, menegaskan komitmen lembaga dalam mendorong investasi di sektor inovasi dan teknologi. Melalui forum DTIIF 2026, Danantara mempromosikan kolaborasi industri untuk memberikan nilai tambah bagi produk nasional. Target investasi USD 30 miliar ini diharapkan dapat memperkuat struktur industri dalam negeri. Pemerintah berharap proyek-proyek unggulan ini mampu menciptakan lapangan kerja baru.