Skip to footer
Breakwater on Pulau Hantu Besar with oil refinery facilities on Pulau Busing
Photo: Illustrative image — Photo: Wzhkevin, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

Danantara Sumberdaya Indonesia Finalisasi Tarif Pungutan Ekspor CPO dan Batu Bara

DSI memfinalisasi skema pungutan tarif ekspor CPO dan batu bara, besarannya belum diumumkan.

Updated 1 min read

Key points

  • DSI menelaah dokumen ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy.
  • Dokumen yang diverifikasi di portal NADI diteruskan ke CEISA DJBC dan S-INSW.
  • 100 perusahaan eksportir dan pembeli telah ikut uji coba sistem NADI.

Why it matters. Eksportir CPO, batu bara, dan ferroalloy akan terkena skema pungutan baru, tetapi besaran tarifnya belum diumumkan.

Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony menyatakan struktur pembayaran pungutan ekspor masih difinalisasi bersama pemangku kepentingan dan akan diumumkan setelah rampung. DSI menelaah dokumen ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferroalloy) melalui sistem NADI yang terhubung ke CEISA DJBC dan S-INSW. Luke belum merinci besaran tarif, sementara 100 perusahaan eksportir dan pembeli sudah ikut uji coba NADI.

Latest updates

Danantara Sumberdaya Indonesia Finalisasi Tarif Pungutan Ekspor CPO dan Batu Bara

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sedang memfinalisasi skema tarif pungutan bagi perusahaan eksportir komoditas sumber daya alam strategis. Penyusunan struktur biaya ini dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait. Dalam mekanisme baru, DSI bertugas menelaah dokumen ekspor tiga komoditas unggulan nasional, yakni CPO, batu bara, dan ferroalloy. Sistem NADI saat ini mulai diuji coba oleh 100 perusahaan. Tarif final dan jadwal penerapannya belum diumumkan dalam laporan tersebut.

Sources