
world
Dirut KAI Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK: Saya Sangat Sedih
Dirut KAI Bobby Rasyidin membantah penyitaan Rp2 miliar oleh KPK dan menyatakan pemberitaan itu tidak benar.
Key points
- Bobby Rasyidin menyatakan pemberitaan tentang penyitaan dana itu tidak benar dalam pernyataan tertulis, Jumat (6/11/2026).
- KPK mengumumkan penyitaan dana Rp2 miliar terkait dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018-2023.
- Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyebut Bobby masih berstatus saksi, dan KPK menahan 3 tersangka pada Selasa (4/8/2026).
Why it matters. Perkara ini masih dalam penyidikan KPK, dan status Bobby sejauh ini tercatat sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin membantah pemberitaan penyitaan dana Rp2 miliar darinya oleh KPK, Jumat (6/11/2026). Dalam pernyataan tertulis, ia menyebut pemberitaan itu tidak benar. KPK menyebut penyitaan terkait dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018-2023; juru bicara Budi Prasetyo menyebut Bobby masih berstatus saksi. Hari yang sama, Bobby berada di Yogyakarta untuk memeriksa perlintasan sebidang menjelang Nataru 2026.
Latest updates
Dirut KAI Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK: Saya Sangat Sedih
Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin membantah adanya pemberitaan soal penyitaan dana sebesar Rp2 miliar oleh KPK. Dirut KAI Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK: Saya Sangat Sedih (Foto: Okezone) A A A JAKARTA - Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin membantah adanya pemberitaan soal penyitaan dana sebesar Rp2 miliar darinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Jumat (6/11/2026). Bobby juga mengatakan hari ini tengah berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi perlintasan sebidang menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. "Hari ini saya berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi guna memastikan keselamatan di perlintasan sebidang. Kami terus mengupayakan langkah terbaik menuju zero accident, khususnya dalam menyambut Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sesuai arahan Bapak Presiden," katanya. Sebelumnya, KPK mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan penyitaan dana sebesar Rp2 miliar dari Bobby Rasyidin terkait dugaan korupsi pengadaan digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina periode 2018-2023 yang saat ini tengah dalam penyidikan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, dalam perkara tersebut Bobby Rasyidin masih berstatus sebagai .