Skip to footer
Altona oil refinery 2
Photo: Illustrative image — Photo: Sgroey, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

Dituding Jual Lagi LNG dari RI, Singapura Buka Suara

Singapura membantah tuduhan Indonesia bahwa LNG yang dikirim ke Singapura dijual kembali ke negara lain.

Updated 2 min read

Key points

  • METI Singapura menyebut LNG dari perusahaan berbasis Singapura biasanya tidak melewati Singapura secara fisik.
  • Bahlil Lahadalia menyebut 148 kargo LNG setara 1.480 MMSCFD dan menduga sebagian dijual kembali.
  • Indonesia belum berencana memangkas ekspor LNG ke Singapura karena kebutuhan dalam negeri masih cukup.

Why it matters. Perdebatan ini menyangkut ke mana LNG Indonesia akhirnya digunakan, dan Indonesia menyatakan belum berencana memangkas ekspornya ke Singapura.

METI Singapura menegaskan LNG yang diperdagangkan perusahaan berbasis Singapura umumnya dikirim langsung dari negara asal ke tujuan tanpa melewati Singapura secara fisik. Penjelasan itu merespons Bahlil Lahadalia, yang pada Kamis (29/10/2026) menduga sebagian LNG Indonesia dijual kembali, dengan menyebut 148 kargo setara 1.480 MMSCFD. Indonesia belum berencana memangkas ekspor LNG ke Singapura karena kebutuhan domestik masih tercukupi.

Latest updates

Dituding Jual Lagi LNG dari RI, Singapura Buka Suara

Seorang juru bicara METI menyebutkan bahwa Singapura adalah pusat perdagangan internasional, termasuk untuk LNG. Jakarta - Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Singapura menegasakan bahwa gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang diperdagangkan perusahaan berbasis Singapura biasanya dikirim langsung dari negara asal ke negara tujuan tanpa melewati Singapura secara fisik. Penjelasan itu sebagai respons dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan sebagian LNG yang dikirim dari Indonesia ke Singapura dijual kembali ke negara lain dan bukan digunakan untuk konsumsi domestik. Seorang juru bicara METI menyebutkan bahwa Singapura adalah pusat perdagangan internasional, termasuk untuk LNG. Di mana lebih dari 50 perusahaan yang berbasis di Singapura membeli, memasarkan, dan memperdagangkan sumber LNG dari pasar global, termasuk Indonesia. Adapun pasar sumber utama bagi perusahaan-perusahaan ini meliputi AS, Australia, dan Malaysia. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Meskipun para pedagang yang berbasis di Singapura membuat keputusan komersial terkait kargo, kargo LNG sebenarnya biasanya bergerak langsung dari negara sumber ke negara tujuan dan tidak secara fisik melewati Singapura," kata METI kepada Channel News Asia dikutip Minggu (1/11/20.

Sources

Topics