business
Fenomena El Nino Ancam Target Swasembada Pangan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menjadikan swasembada pangan sebagai prestasi utama pemerintahannya untuk menghadapi risiko perubahan iklim.
Key points
- Produksi pangan mencatat surplus beras sebanyak 3,67 juta ton dan jagung sebanyak 1,56 juta ton.
- Pemerintah menghadapi tantangan berupa fenomena El Nino, hambatan distribusi, dan risiko food loss sebesar 25%.
- Program swasembada pangan ditujukan untuk mengantisipasi risiko geopolitik, perubahan iklim, serta menjaga tingkat inflasi.
Why it matters. Keberhasilan swasembada pangan diharapkan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi RI melalui penekanan angka impor dan stabilitas daya beli masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menetapkan swasembada pangan sebagai prestasi utama pemerintahannya di Jakarta pada Oktober 2026. Salma Laiqa dari CNBC Indonesia Research mencatat surplus produksi beras sebesar 3,67 juta ton dan jagung 1,56 juta ton. Analis tersebut memperingatkan risiko food loss sebesar 25% serta ancaman El Nino yang dapat mengganggu produksi. Langkah ini bertujuan menekan impor dan menjaga inflasi guna melindungi daya beli masyarakat.
Latest updates
Fenomena El Nino Ancam Target Swasembada Pangan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menetapkan swasembada pangan sebagai prestasi utama dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, Sustainability Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa, memperingatkan adanya risiko food loss yang dipicu oleh fenomena El Nino. Ancaman ini berdampak langsung pada delapan komoditas utama, termasuk beras, jagung, gula konsumsi, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Pemerintah kini dituntut mencari solusi mitigasi untuk menjaga stabilitas stok pangan nasional. Upaya penguatan infrastruktur pertanian menjadi kunci dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem ini.

