tech
Global Ethics Forum di Bali Soroti Etika AI dan Martabat Manusia
Global Ethics Forum di Bali menyoroti pentingnya tanggung jawab etika dalam pengembangan AI agar teknologi tetap menjunjung martabat
Key points
- Presiden Globethics Dietrich Werner menyampaikan pidato pembukaan Global Ethics Forum 2026 di Sanur, Denpasar, Rabu.
- Werner menyebut ada kesenjangan antara kapasitas teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kapasitas etika yang masih tidak
- Menurut Werner, teknologi harus melayani manusia dan bukan mendefinisikan manusia menurut logika teknologi.
Why it matters. Pandangan ini menegaskan bahwa tata kelola teknologi perlu mempertimbangkan konsekuensi sosial, bukan hanya aspek teknis dan peluang ekonomi, sehingga pihak yang berpotensi tertinggal dari transformasi digital turut diperhitungkan.
Global Ethics Forum (GEF) di Bali menyoroti pentingnya tanggung jawab etika dalam pengembangan kecerdasan buatan agar kemajuan teknologi tetap menjunjung tinggi martabat manusia. Dalam pidato pembukaan Global Ethics Forum 2026 di Sanur, Denpasar, Presiden Globethics Dietrich Werner mengatakan perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan kemampuan manusia untuk mengelolanya secara bertanggung jawab.
Latest updates
Global Ethics Forum di Bali Soroti Etika AI dan Martabat Manusia
Global Ethics Forum (GEF) 2026 yang digelar di Sanur, Denpasar, Bali, pada Rabu menyoroti pentingnya tanggung jawab etika dalam pengembangan kecerdasan buatan. Presiden Globethics Dietrich Werner dalam pidato pembukaannya menekankan bahwa perkembangan teknologi yang pesat harus tetap menjunjung tinggi martabat manusia. Forum lintas sektor ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan global untuk membahas kerangka etika dalam pemanfaatan AI. Diskusi difokuskan pada bagaimana memastikan inovasi teknologi tidak mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.