Skip to footer
Bitcoin coin in plastic packaging
Photo: Illustrative image — Photo: Heuboden, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

techBREAKING

Binance Diduga Dibobol Hacker Korea Utara, Dana Senilai US$6,3 Miliar Raib

Binance diduga dibobol hacker Korea Utara, dana senilai US$6,3 miliar raib dari bursa kripto itu.

Updated 2 min read

Key points

  • Peretasan diduga berawal dari laptop seorang insinyur perangkat lunak Binance yang disusupi.
  • Tim dari berbagai perusahaan kripto membekukan sekitar US$3 miliar dari dana US$6,3 miliar yang dicuri.
  • Binance menangguhkan sementara layanan penyetoran dan penarikan, dan penarikan diperkirakan kembali pada Minggu pagi.

Why it matters. Binance menyatakan dana pengguna aman dan seluruh kerugian akan ditanggung perusahaan, sehingga layanan penarikan diperkirakan pulih pada Minggu pagi.

Binance mengatakan peretasan yang menguras US$6,3 miliar berawal dari laptop seorang insinyur perangkat lunak yang disusupi, sehingga peretas bisa mengajukan penarikan dana tidak sah. Tim dari berbagai perusahaan kripto telah membekukan sekitar US$3 miliar dari dana yang dicuri, sementara Binance akan menanggung seluruh kerugian memakai dana perusahaan dan dana darurat. CEO Richard Teng di X menyebut serangan itu bukan sekali klik, dan investigasi belum menunjuk pelaku.

Latest updates

Binance Diduga Dibobol Hacker Korea Utara, Dana Senilai US$6,3 Miliar Raib

Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, melacak peretasan yang membobol dana senilai US$6,3 miliar. Hasil penelusuran tersebut menduga hacker asal Korea Utara berada di balik serangan itu. Investigasi juga menunjukkan peretasan bermula dari sebuah laptop milik seorang karyawan, meski rincian lanjutannya belum dijelaskan secara lengkap. Peristiwa ini diduga menjadi pencurian aset kripto terbesar yang pernah terjadi. Laporan media lain menyebut kelompok yang dikenal sebagai TraderTraitor diduga terlibat dan memakai taktik canggih untuk membobol perusahaan keuangan.

Hacker Korut Diduga Bobol Kripto Binance, Pakar Ungkap Kecanggihannya

Peretas Korut, TraderTraitor, diduga mencuri aset kripto senilai US$6,3 miliar dari Binance. Mereka memakai taktik canggih untuk membobol perusahaan keuangan. Jakarta, CNN Indonesia -- Peretas Korea Utara (Korut) yang diduga berada di balik pencurian aset kripto senilai US$6,3 miliar dari Binance disebut memiliki kemampuan tinggi dalam membobol perusahaan keuangan digital. Para pakar keamanan siber menyebut kelompok tersebut tidak hanya mengandalkan perangkat lunak berbahaya, tetapi juga memahami cara kerja sistem perusahaan dan pegawai yang menyetujui transfer dana. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dikutip dari Reuters , perusahaan investigasi blockchain TRM Labs dan Chainalysis mengaitkan pencurian tersebut dengan kelompok peretas Korut bernama TraderTraitor. Nama TraderTraitor sebelumnya muncul dalam peringatan bersama FBI, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA), serta Departemen Keuangan AS pada 2022. Peringatan itu menjelaskan penggunaan perangkat lunak berbahaya dan berbagai taktik lain untuk menyasar pengembang perangkat lunak serta staf teknologi informasi di perusahaan kripto. Peneliti perusahaan keamanan siber DTEX Michael Barnhart menyebut TraderTraitor sebagai kelompok peretas Korut paling mumpuni yang berfokus pada sektor keuangan. Menurutnya, kelompok itu diperkuat sejumlah operator paling berpengalaman dari jajaran APT38, unit peretasan Kor.

Sources