
tech
Hacker Korut Diduga Bobol Kripto Binance, Pakar Ungkap Kecanggihannya
Peretas Korea Utara TraderTraitor diduga mencuri US$6,3 miliar dari Binance menggunakan taktik wawancara kerja palsu dan pemahaman sistem
Key points
- Peretas Korea Utara TraderTraitor diduga mencuri US$6,3 miliar dari Binance pada Desember 2025.
- Kelompok ini menyasar staf teknologi melalui wawancara kerja palsu untuk mendapatkan akses login.
- Para pakar memperkirakan total aset kripto yang dicuri Korut kini mencapai US$13,5 miliar.
Why it matters. Pencurian ini menunjukkan kemampuan peretas Korut yang tinggi dalam membobol sistem keuangan digital dan mengindikasikan penggunaan dana curian untuk mendanai program persenjataan serta militer negara tersebut.
Peretas Korea Utara bernama TraderTraitor diduga mencuri aset kripto senilai US$6,3 miliar dari Binance pada Desember 2025 dengan memanfaatkan perangkat lunak berbahaya dan pemahaman mendalam tentang sistem persetujuan transfer perusahaan. Kelompok ini, yang juga dikenal sebagai APT38, menyasar pengembang dan staf teknologi melalui wawancara kerja palsu untuk mendapatkan akses login dan data sensitif.
Latest updates
Hacker Korut Diduga Bobol Kripto Binance, Pakar Ungkap Kecanggihannya
Peretas Korut, TraderTraitor, diduga mencuri aset kripto senilai US$6,3 miliar dari Binance. Mereka memakai taktik canggih untuk membobol perusahaan keuangan. Jakarta, CNN Indonesia -- Peretas Korea Utara (Korut) yang diduga berada di balik pencurian aset kripto senilai US$6,3 miliar dari Binance disebut memiliki kemampuan tinggi dalam membobol perusahaan keuangan digital. Para pakar keamanan siber menyebut kelompok tersebut tidak hanya mengandalkan perangkat lunak berbahaya, tetapi juga memahami cara kerja sistem perusahaan dan pegawai yang menyetujui transfer dana. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dikutip dari Reuters , perusahaan investigasi blockchain TRM Labs dan Chainalysis mengaitkan pencurian tersebut dengan kelompok peretas Korut bernama TraderTraitor. Nama TraderTraitor sebelumnya muncul dalam peringatan bersama FBI, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA), serta Departemen Keuangan AS pada 2022. Peringatan itu menjelaskan penggunaan perangkat lunak berbahaya dan berbagai taktik lain untuk menyasar pengembang perangkat lunak serta staf teknologi informasi di perusahaan kripto. Peneliti perusahaan keamanan siber DTEX Michael Barnhart menyebut TraderTraitor sebagai kelompok peretas Korut paling mumpuni yang berfokus pada sektor keuangan. Menurutnya, kelompok itu diperkuat sejumlah operator paling berpengalaman dari jajaran APT38, unit peretasan Kor.