
business
Harga Minyak Dunia Terbang Terus, Batu Bara dan CPO Galau?
Harga minyak dunia terus naik, sementara harga batu bara dan CPO bergerak beragam sepanjang pekan ini.
Key points
- Harga batu bara ditutup naik 1,4% ke US$152,45 per ton pada Jumat (30/10/2026), tetapi turun 1,65% sepanjang pekan.
- Harga Brent dan WTI sama-sama naik selama empat pekan beruntun.
- MPOC memperkirakan harga CPO bertahan di atas MYR4.600 per ton pada November 2026.
Why it matters. Kenaikan harga minyak mentah dapat meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, sehingga berpotensi menopang permintaan CPO dari sektor energi.
Refinitiv mencatat harga batu bara ditutup naik 1,4% ke US$152,45 per ton pada perdagangan Jumat (30/10/2026), sedangkan CPO melesat 1,41% ke RM4.681 per ton. Brent untuk pengiriman Desember ditutup naik US$2,76 atau 2,4% ke US$117,64 per barel, sementara WTI menguat 2,08% ke US$104,12 per barel. Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan harga CPO bertahan di atas MYR4.600 per ton pada November 2026, ditopang permintaan ekspor dan biodiesel.
Latest updates
Harga Minyak Dunia Terbang Terus, Batu Bara dan CPO Galau?
Harga batu bara dan CPO cenderung berfluktuasi pada pekan ini, di tengah kenaikan harga energi global yang tak kunjung mereda Review Sepekan Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia 01 November 2026 09:00 Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas batu bara dan minyak kelapa sawit ( crude palm oil /CPO) cenderung bervariasi, di mana harga batu bara masih mencatatkan penguatan, tetapi harga CPO cenderung berfluktuasi. Merujuk Refinitiv , harga batu bara ditutup melonjak 1,4% di posisi US$ 152,45 per ton pada perdagangan Jumat (30/10/2026) lalu. Sepanjang pekan ini, harga batu bara justru ambles 1,65% secara point-to-point . Sedangkan untuk CPO, ditutup melesat 1,41% di posisi RM 4.681 per ton. Dalam sepekan terakhir, CPO anjlok 2,84% secara point-to-point . Harga batu bara sempat tertekan karena pasar di pasar China menghadapi tekanan seiring melemahnya penawaran dalam tender impor. Pedagang berupaya melepas persediaan dan merealisasikan keuntungan, sementara perusahaan listrik cenderung menunda pembelian di tengah permintaan yang melemah secara musiman. Di sisi lain, produsen batu bara luar negeri belum bersedia memangkas harga secara signifikan. Keterbatasan pasokan dan tingginya biaya angkut membuat penjual. Tekanan pasar tersebut turut memengaruhi batu bara Indonesia. Penawaran batu bara berkalori 3.800 kcal/kg NAR sebelumnya berada di kisaran US$82 per ton FOB, dengan transaksi d.