Skip to footer
Frankfurt Stock Exchange (Ank Kumar) 01
Photo: Illustrative image — Photo: Ank Kumar, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

IHSG Melemah ke Level 4.917, Analis Soroti Risk-Off dan Arus Modal Keluar

IHSG melemah ke level 4.917, dan analis Mirae Asset Sekuritas menyoroti tekanan risk-off serta arus modal keluar.

Updated 1 min read

Key points

  • IHSG melemah ke level 4.917 akibat rebalancing aset, aksi ambil untung, dan sikap risk-off investor.
  • Nafan menyoroti evaluasi MSCI terhadap kemungkinan reklasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
  • Nafan memproyeksikan volatilitas IHSG masih relatif tinggi hingga akhir 2026 dan menyarankan investor tidak terburu-buru akumulasi agresif.

Why it matters. Pemulihan IHSG disebut bergantung pada keberhasilan reformasi pasar modal dalam mengembalikan kepercayaan investor institusional, khususnya investor asing.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan koreksi IHSG ke level 4.917 dipicu rebalancing aset, aksi ambil untung, dan sikap menghindari risiko investor. Ia menilai volatilitas berpotensi tetap tinggi jika tekanan jual berlanjut dan indeks belum menembus area psikologis 5.000 secara konsisten. Nafan juga menyoroti evaluasi MSCI atas status pasar modal Indonesia serta potensi aksi jual bersih investor asing.

Latest updates

IHSG Melemah ke Level 4.917, Analis Soroti Risk-Off dan Arus Modal Keluar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 4.917 pada perdagangan 3 November 2026. Analis menyebut koreksi ini dipicu kombinasi sentimen, yaitu penyesuaian portofolio atau rebalancing aset, aksi ambil untung (profit taking), dan masih tingginya sikap menghindari risiko (risk-off) di kalangan investor. Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih mengurangi eksposur di pasar saham. Analis mengingatkan risiko arus modal keluar apabila sentimen risk-off berlanjut. Investor disarankan mencermati pergerakan pasar dan kebijakan yang berpengaruh terhadap aliran dana asing.

Sources