Skip to footer
Bank Rakyat Indonesia-Makassar.JPG
Photo: ( Lofor ), CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

business

IHSG Anjlok 3 Persen pada Sesi I, Asing Jual Rp831,55 Miliar

IHSG anjlok 3 persen pada sesi I, asing jual bersih Rp831,55 miliar

Updated 1 min read

Key points

  • Saham BBRI mencatat tekanan jual asing terbesar senilai Rp 173,4 miliar, disusul TLKM Rp 95,7 miliar.
  • Saham BRIS mencatat pembelian bersih asing terbesar senilai Rp 37,8 miliar pada sesi pertama.
  • Peninjauan indeks MSCI dijadwalkan 11–12 November 2026, dan KSSK menggelar rapat pada Selasa (3/11/2026).

Why it matters. Tekanan jual asing dan kekhawatiran jelang peninjauan MSCI berpotensi mengubah daftar konstituen dan bobot saham dalam indeks.

IHSG anjlok 3% pada sesi I perdagangan Selasa (3/11/2026), tertekan aksi jual investor asing dan kekhawatiran jelang peninjauan indeks MSCI. Penjualan bersih asing tercatat Rp831,55 miliar, dengan saham BBRI menjadi tekanan jual terbesar senilai Rp 173,4 miliar, menurut BRI Danareksa Sekuritas. Peninjauan MSCI dijadwalkan 11–12 November 2026, sementara Brent sempat turun 7,6% menjadi US$ 104,77 per barel pada Senin (2/11/2026).

Latest updates

IHSG Anjlok 3 Persen pada Sesi I, Asing Jual Rp831,55 Miliar

Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 3 persen pada sesi I perdagangan Selasa (3/11/2026) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Derasnya aksi jual investor asing senilai Rp831,55 miliar menjadi salah satu faktor utama tekanan terhadap pasar saham. Selain itu, kekhawatiran pelaku pasar menjelang peninjauan indeks MSCI turut membayangi pergerakan saham. Pelemahan ini kembali menekan IHSG setelah sebelumnya juga mengalami tekanan hebat. Pergerakan pasar selanjutnya akan bergantung pada arah aliran dana asing dan hasil peninjauan MSCI.

Sources

Topics