
business
IHSG Ditutup Anjlok 3,7 Persen, Investor Asing Lepas 10 Saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu melanjutkan penguatannya di awal pekan, dan mengalami koreksi
Key points
- Saham BBRI mencatat tekanan jual asing terbesar senilai Rp 173,4 miliar, disusul TLKM Rp 95,7 miliar.
- Saham BRIS mencatat pembelian bersih asing terbesar senilai Rp 37,8 miliar pada sesi pertama.
- Peninjauan indeks MSCI dijadwalkan 11–12 November 2026, dan KSSK menggelar rapat pada Selasa (3/11/2026).
Why it matters. Tekanan jual asing dan kekhawatiran jelang peninjauan MSCI berpotensi mengubah daftar konstituen dan bobot saham dalam indeks.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu melanjutkan penguatannya di awal pekan, dan mengalami koreksi signifikan. Pada perdagangan Selasa (3/11/2026), indeks ditutup turun 192,54 poin atau 3,78% ke level 4.904,29. Total volume perdagangan kemarin mencapai 271,51 juta lot dengan nilai transaksi Rp11,73 triliun. Hanya ada 57 saham yang menguat, 624 turun, dan 37 sisanya stagnan.
Latest updates
IHSG Ditutup Anjlok 3,7 Persen, Investor Asing Lepas 10 Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal melanjutkan penguatannya di awal pekan dan ditutup dengan koreksi signifikan sebesar 3,7 persen. Laporan CNBC Indonesia mencatat bahwa investor asing melepas sepuluh saham dalam perdagangan tersebut. Koreksi tajam ini menunjukkan tekanan jual yang kuat di pasar modal Indonesia pada awal November. Daftar lengkap saham yang dilepas investor asing dimuat dalam laporan lengkap CNBC Indonesia. Pergerakan IHSG berikutnya masih akan dipantau pelaku pasar seiring kondisi bursa.
IHSG Anjlok 3 Persen pada Sesi I, Asing Jual Rp831,55 Miliar
Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 3 persen pada sesi I perdagangan Selasa (3/11/2026) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Derasnya aksi jual investor asing senilai Rp831,55 miliar menjadi salah satu faktor utama tekanan terhadap pasar saham. Selain itu, kekhawatiran pelaku pasar menjelang peninjauan indeks MSCI turut membayangi pergerakan saham. Pelemahan ini kembali menekan IHSG setelah sebelumnya juga mengalami tekanan hebat. Pergerakan pasar selanjutnya akan bergantung pada arah aliran dana asing dan hasil peninjauan MSCI.