Skip to footer
Ilham Habibie.jpg
Photo: Fauzul Kabiir Achmad, Public domain, via Wikimedia Commons

tech

Ilham Habibie Soroti Risiko Pembatasan Akses AI oleh AS

Ilham Habibie soroti risiko akses AI dibatasi kebijakan AS, Indonesia perlu alternatif

Updated 2 min read

Key points

  • Ilham Akbar Habibie menyebut akses teknologi AI yang tersedia global belum tentu terus terbuka bagi semua negara.
  • Kebijakan Amerika Serikat pada Juni 2026 membatasi penggunaan teknologi AI tertentu berdasarkan kewarganegaraan pengguna.
  • Ilham mengusulkan koalisi AI bersama negara di luar Amerika Serikat dan China.

Why it matters. Ketergantungan pada satu penyedia AI asing dapat menimbulkan risiko jika akses tiba-tiba dibatasi, menurut Ilham.

Ilham Akbar Habibie mengingatkan risiko ketergantungan Indonesia pada AI asing dalam forum di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Ia mencontohkan kebijakan Amerika Serikat pada Juni 2026 yang membatasi versi cloud AI tertentu hanya untuk pengguna berpaspor Amerika. Menurut Ilham, Indonesia perlu koalisi AI dengan negara di luar Amerika Serikat dan China agar tidak sepenuhnya bergantung pada dua kekuatan besar itu.

Latest updates

Ilham Habibie Soroti Risiko Pembatasan Akses AI oleh AS

Ilham Akbar Habibie mengingatkan risiko ketergantungan negara terhadap teknologi AI asing yang belum tentu akan terus terbuka bagi semua negara. Jakarta - Ilham Akbar Habibie mengingatkan risiko ketergantungan negara terhadap teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) asing. Menurutnya, akses terhadap teknologi yang saat ini tersedia secara global belum tentu akan terus terbuka bagi semua negara. Sosok yang menjabat Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) ini mencontohkan kebijakan Amerika Serikat pada Juni 2026 yang disebutnya membatasi penggunaan teknologi AI tertentu berdasarkan kewarganegaraan penggunanya. Ilham menilai kejadian tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan negara penyedia. "Tiba-tiba Presiden Trump memutuskan untuk versi cloud tertentu yang paling terkemuka hanya boleh digunakan oleh orang yang punya paspor Amerika," ujarnya dalam forum diskusi 'Kedaulatan Digital Indonesia, Realistis atau Utopis?' di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Jumat (30/10/2026). SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Indonesia karena ketergantungan yang terlalu besar terhadap satu penyedia teknologi dapat menimbulkan risiko ketika akses tiba-tiba dibatasi. "Itu secara mendadak dan tanpa ada warning. Tapi yang jelas, i.

Sources

Topics