
business
Inflasi Tahunan Indonesia Naik ke 3,23% pada Oktober 2026
BPS catat inflasi tahunan Indonesia naik ke 3,23% pada Oktober 2026, mendekati batas atas sasaran BI dan pemerintah.
Key points
- Inflasi inti tercatat 2,56% dengan andil 1,64%, sementara harga yang diatur pemerintah naik 3,24%.
- Harga bergejolak (volatile food) naik 5,81% dengan andil 0,96%, didorong cabai rawit dan beras.
- Inflasi bulanan Oktober 2026 tercatat 0,22%, terutama didorong kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Why it matters. Kenaikan ini membuat harga pangan, transportasi, dan emas perhiasan lebih mahal bagi konsumen, dengan inflasi yang kini semakin dekat batas atas sasaran.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,23% pada Oktober 2026, mendekati batas atas sasaran Bank Indonesia dan pemerintah sebesar 1,5%-3,5%. Indeks Harga Konsumen naik dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56, kata Deputi BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers bulanan. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang andil terbesar 1,40%, sementara inflasi tertinggi tercatat di Sulawesi Utara sebesar 8,07%.
Latest updates
Inflasi Tahunan Indonesia Naik ke 3,23% pada Oktober 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,23% pada Oktober 2026. Angka tersebut disampaikan dalam rilis resmi BPS dalam bentuk year on year (yoy). Inflasi tahunan kini semakin mendekati batas atas sasaran Bank Indonesia dan pemerintah. Sasaran inflasi tahun ini ditetapkan sebesar 2,5% dengan toleransi plus minus 1%, atau berada di rentang 1,5% hingga 3,5%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan data tersebut kepada publik.