
businessLIVE
Inflasi RI Oktober 2026 Melandai ke 3,23% YoY, Surplus Dagang US$3,36 Miliar
Inflasi Indonesia Oktober 2026 melandai ke 3,23% YoY, sementara surplus dagang September capai US$3,36 miliar.
Key points
- Inflasi IHK Oktober 2026 melandai ke 3,23% YoY, di bawah ekspektasi konsensus 3,30% YoY.
- Surplus neraca dagang September 2026 sebesar US$3,36 miliar, lebih tinggi dari ekspektasi US$1,79 miliar.
- PMI manufaktur Indonesia naik ke 54 pada Oktober 2026, ekspansi aktivitas pabrik terkuat sejak Maret 2024.
Why it matters. Inflasi yang lebih rendah dan surplus dagang yang lebih besar dari perkiraan dapat menjadi sinyal bagi pasar tentang kondisi ekonomi Indonesia.
BPS dan S&P Global mengumumkan pada Senin (2/11) bahwa inflasi Oktober 2026 melandai ke 3,23% YoY dari 3,28% pada September. Angka itu lebih rendah dari ekspektasi konsensus 3,30% YoY, sedangkan inflasi inti turun ke 2,56% YoY dari 2,84%. Neraca perdagangan September 2026 mencatat surplus US$3,36 miliar, melampaui ekspektasi konsensus US$1,79 miliar dan ditopang sektor non-migas US$5,67 miliar. PMI manufaktur naik ke 54 pada Oktober 2026 dari 52,4, ekspansi terkuat sejak Maret 2024.
Latest updates
Inflasi RI Oktober 2026 Melandai ke 3,23% YoY, Surplus Dagang US$3,36 Miliar
Badan Pusat Statistik (BPS) dan S&P Global mengumumkan data makroekonomi Indonesia pada Senin (2/11/2026). Inflasi Oktober 2026 melandai ke 3,23% secara tahunan (YoY). Angka tersebut berada di bawah ekspektasi konsensus. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$3,36 miliar. Data ini menjadi perhatian pelaku pasar pada awal November 2026. Pergerakan rupiah dan IHSG pada hari yang sama juga turut dicermati.