Skip to footer
Container ship being towed in the Scheldt towards the Port of Antwerp, seen from Doel, Belgium (DSCF3880)
Photo: Illustrative image — Photo: Trougnouf, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons

business

Airlangga Hartarto Tanggapi Surplus Neraca Dagang Indonesia US$3,36 Miliar

Airlangga Hartarto tanggapi surplus neraca perdagangan Indonesia US$3,36 miliar pada September 2026.

Updated 2 min read

Key points

  • Neraca perdagangan barang Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026, menurut BPS.
  • Surplus komoditas nonmigas sebesar US$5,67 miliar, sementara impor melonjak hampir 20%.
  • PMI Manufaktur Indonesia naik ke 54,0 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada September 2026.

Why it matters. Airlangga menilai kenaikan PMI menunjukkan optimisme pasar terhadap perekonomian Indonesia, meski impor juga melonjak.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi surplus neraca perdagangan US$3,36 miliar pada September 2026 di Jakarta. Meski impor melonjak hampir 20%, ia menilai kondisi perdagangan masih baik dan inflasi tetap dalam target 2,5% ± 1,0%. BPS mencatat inflasi bulanan 0,22% dan inflasi tahunan 3,23%. Surplus nonmigas mencapai US$5,67 miliar, sementara PMI Manufaktur naik ke 54,0 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada September.

Latest updates

Airlangga Hartarto Tanggapi Surplus Neraca Dagang Indonesia US$3,36 Miliar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi neraca perdagangan Indonesia yang surplus US$3,36 miliar pada September 2026. Surplus tetap dipertahankan meskipun nilai impor melonjak hampir 20 persen. Airlangga mengatakan neraca perdagangan dalam kondisi baik sepanjang 10 bulan terakhir. Ia juga menyebut inflasi masih berada pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen, dengan kinerja year-to-date yang dinilai positif. Pemerintah menilai capaian ini menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional. Analis dan pelaku usaha diperkirakan akan terus memantau tren impor yang meningkat tajam.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD10,61 Miliar hingga September 2026

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD10,61 miliar sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian ini ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD34,21 miliar, yang mampu menutupi defisit di sektor migas. Badan Pusat Statistik mencatat surplus pada September 2026 saja sebesar USD3,36 miliar, yang menunjukkan kinerja ekspor masih positif pada akhir kuartal ketiga. Data ini menjadi salah satu indikator penting bagi kinerja ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah.

Neraca Dagang Indonesia Surplus US$3,36 Miliar pada September 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 surplus sebesar US$3,36 miliar. Nilai ekspor tercatat sebesar US$27,59 miliar, sedangkan nilai impor sebesar US$24,23 miliar. Realisasi ini sedikit berbeda dari perkiraan para ekonom dalam negeri. Surplus perdagangan menjadi salah satu indikator penting bagi kinerja transaksi berjalan dan stabilitas nilai tukar rupiah. Data ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menilai kondisi ekonomi ke depan.

Sources