Skip to footer
Siliziumwafer-Stapel, der mithilfe einer Diamantdrahtsäge hergestellt wurde
Photo: Illustrative image — Photo: Prof M. Vogel, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

Kementan Dorong Hilirisasi Hortikultura Lewat Inovasi KWT di Lombok

Kementan mendorong hilirisasi hortikultura melalui inovasi KWT di Lombok dengan evaluasi bantuan sarana pascapanen.

Updated 2 min read

Key points

  • KWT Sasak Maiq memproduksi sekitar 240 kemasan keripik pelepah pisang per hari dengan berat 100 gram per kemasan.
  • Produk olahan dipasarkan melalui reseller dan toko oleh-oleh dengan harga jual sekitar Rp30.000.
  • Kementan memfasilitasi sarana prasarana pascapanen pada 2024 melalui dana tugas pembantuan provinsi.

Why it matters. Hilirisasi komoditas lokal melalui kreativitas pengolahan dapat meningkatkan nilai tambah produk, membuka peluang usaha, dan menambah penghasilan keluarga petani.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Freddy Lumban Gaol mengunjungi KWT Sasak Maiq di Lombok Barat, NTB pada Selasa (20/10). Kementan mengevaluasi bantuan sarana pascapanen tahun 2024 yang didanai tugas pembantuan provinsi untuk pengembangan produk lokal. Kelompok yang aktif sejak 2013 ini memproduksi 24 kilogram keripik pelepah pisang per hari dari bahan baku seharga Rp10.000 hingga Rp20.000 per gedebong.

Latest updates

Kementan Dorong Hilirisasi Hortikultura Lewat Inovasi KWT di Lombok

Kementan dorong hilirisasi hortikultura melalui pengembangan produk olahan lokal. KWT Sasak Maiq jadi contoh sukses dalam meningkatkan nilai tambah. Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong penguatan hilirisasi hasil hortikultura melalui pemanfaatan sarana pascapanen dan pengembangan beragam produk olahan berbasis komoditas lokal. Upaya tersebut ditinjau langsung oleh Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura sekaligus Project Director Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP), Freddy Lumban Gaol, saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sasak Maiq di Desa Seteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (20/10). Kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi pemanfaatan bantuan pemerintah sekaligus mengidentifikasi praktik baik yang berpotensi diterapkan oleh kelompok tani di wilayah sasaran HDDAP. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Adapun KWT Sasak Maiq menjadi salah satu contoh kelompok usaha yang berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura melalui kreativitas pengolahan, pemanfaatan bagian tanaman, dan pengembangan pasar. Kelompok yang telah merintis usaha sejak 2013 ini mulai memfokuskan pengembangan hilirisasi komoditas pisang pada 2019. Dalam kunjungan tersebut, Freddy didampingi penanggung jawab kegiatan pascapanen dan pengolahan serta pengelola KWT.

Sources