Skip to footer
Data Center of CNPC
Photo: Illustrative image — Photo: Charlie fong, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

tech

Kendali .id Terdekat Domestik, Namun Infrastruktur Digital Masih Bergantung Asing

Ketua PANDI Isnawan Aslan menyatakan di Jakarta Jumat (30/10) bahwa registri .id sudah domestik, tapi infrastruktur hosting dan resolver

Updated 1 min read

Key points

  • Ketua PANDI Isnawan Aslan menyatakan registri .id sudah sepenuhnya dikelola di dalam negeri.
  • Infrastruktur inti registri .id ditempatkan di Cibitung, Batam, dan Bogor dengan kapasitas 77 miliar kueri per bulan.
  • Infrastruktur resolver masih bergantung pada layanan luar negeri sebesar lebih dari 90%.

Why it matters. Ketergantungan pada resolver asing berisiko memperlambat akses internet saat terjadi gangguan, sehingga penguatan infrastruktur domestik menjadi krusial untuk kedaulatan digital Indonesia.

Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Isnawan Aslan, menyatakan pada Jumat (30/10) di Jakarta bahwa pengelolaan registri domain .id kini sepenuhnya domestik, namun infrastruktur pendukung seperti hosting dan resolver masih bergantung pada luar negeri sebesar lebih dari 90%. PANDI telah menempatkan infrastruktur inti registri di Cibitung, Batam, dan Bogor dengan kapasitas menangani 77 miliar kueri per bulan, serta berhasil menguji ketahanan dengan mematikan 10 node selama dua hari.

Latest updates

Kendali .id Terdekat Domestik, Namun Infrastruktur Digital Masih Bergantung Asing

Pengelolaan nama domain Indonesia (.id) telah berhasil berada dalam kendali domestik, namun tantangan kedaulatan digital masih dihadapi karena ketergantungan pada infrastruktur pendukung. Sistem seperti hosting, cloud, dan resolver masih sangat bergantung pada layanan dari luar negeri, yang dapat memengaruhi ketahanan jaringan nasional. Dalam konteks pengelolaan nama domain, resolver berfungsi sebagai sistem atau perangkat lunak yang penting untuk memastikan aksesibilitas alamat domain secara global. Langkah selanjutnya diperlukan untuk mengurangi ketergantungan tersebut guna menjamin kemandirian teknologi informasi Indonesia.

Sources