Skip to footer

tech

Konten Negatif untuk Anak Diredam, Ortu Minta Komdigi Kawal Terus Ruang Digital

Jakarta - Konten negatif di media sosial menjadi ancaman untuk anak.

Updated 2 min read

Key points

  • Komdigi tengah mengkaji aturan pelabelan konten AI untuk membedakan konten asli dan deepfake.
  • Wamenkomdigi Nezar Patria menyebut batas antara fakta dan rekayasa digital semakin tipis.
  • Pemerintah mengkaji kewajiban bagi pengembang AI memberi label pada konten digital yang dihasilkan.

Why it matters. Aturan pelabelan konten AI yang tengah dikaji dapat membantu masyarakat mengenali materi digital sintetis dan mengurangi risiko penipuan serta manipulasi informasi.

Jakarta - Konten negatif di media sosial menjadi ancaman untuk anak. Meskipun dinilai relatif berkurang, para orang tua meminta Komdigi jangan sampai kendor melakukan penyaringan. detikINET pun berbincang dengan beberapa orangtua dari beberapa kota. Tiffany Ranggawuni (48) seorang guru di Bandung menilai konten negatif yang bisa berbahaya untuk anak, relatif berkurang, namun masih ada. Orang tua mesti pro aktif menjaga konten apa yang dikonsumsi anak-anak mereka misalnya dengan memakai fitur parental control.

Latest updates

Konten Negatif untuk Anak Diredam, Ortu Minta Komdigi Kawal Terus Ruang Digital

Konten negatif di medsos menjadi ancaman untuk anak. Meskipun dinilai relatif berkurang, para orang tua meminta Komdigi jangan sampai kendor menyaring. Jakarta - Konten negatif di media sosial menjadi ancaman untuk anak. Meskipun dinilai relatif berkurang, para orang tua meminta Komdigi jangan sampai kendor melakukan penyaringan. detikINET pun berbincang dengan beberapa orangtua dari beberapa kota. Tiffany Ranggawuni (48) seorang guru di Bandung menilai konten negatif yang bisa berbahaya untuk anak, relatif berkurang, namun masih ada. Orang tua mesti pro aktif menjaga konten apa yang dikonsumsi anak-anak mereka misalnya dengan memakai fitur parental control. "Bagaimanapun tetap perlu andil orang tua untuk mengaktifkan fitur parental control. Sayangnya masih banyak orang tua yang gaptek atau tidak tahu, sehingga konten negatif masih bisa muncul. Selain itu, masih minim pengawasan dan pendampingan orang tua saat anak-anak menggunakan gadget," ujar Tiffany. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Orang tua lainnya adalah Adjeng Triwahyuni (43) ibu rumah tangga di Cirebon. Dia senang konten negatif di medsos dan website terutama di Youtube relatif berkurang, karena anaknya banyak menonton Youtube. "Anak kan cenderung meniru apa yang dia tonton terutama video-video pendek yang dulu isinya banyak memberi contoh yang tidak baik," kata Adjeng. Adjeng berharap para kreator konten lebih bijak da.

Komdigi Kaji Aturan Label Konten AI untuk Cegah Penipuan Deepfake

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mengkaji aturan pelabelan konten kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu masyarakat mengenali keaslian materi digital. Langkah ini diambil karena video, gambar, dan suara hasil AI semakin sulit dibedakan dari konten asli, sehingga meningkatkan risiko penipuan dan manipulasi informasi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital menyampaikan bahwa aturan tersebut akan mewajibkan penandaan pada konten yang dihasilkan atau dimanipulasi oleh AI. Kajian ini diumumkan pada Selasa, 21 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah melindungi publik dari dampak negatif teknologi deepfake.

Sources