Skip to footer
Container ship being towed in the Scheldt towards the Port of Antwerp, seen from Doel, Belgium (DSCF3880)
Photo: Illustrative image — Photo: Trougnouf, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons

business

Komponen Drone Masih Impor, Frogs Indonesia Berhasil Capai TKDN 66 Persen

Frogs Indonesia capai TKDN 66 persen untuk salah satu produk drone, meski komponen kritisnya masih diimpor.

Updated 2 min read

Key points

  • Baterai, motor listrik, dan propeller drone belum dapat diproduksi secara mandiri di Indonesia.
  • TKDN salah satu produk Frogs naik dari 53 persen menjadi 66 persen, dinilai oleh Kementerian Perindustrian.
  • Kapasitas produksi maksimal Frogs enam unit per hari, atau sekitar 100 unit per bulan jika ada pesanan.

Why it matters. Ketergantungan pada komponen impor dan minimnya pembelian pemerintah atas produk lokal dapat membatasi skala produksi dan menaikkan biaya per unit drone.

CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra menyebut salah satu produk drone perusahaan kini mencapai TKDN 66 persen, naik dari 53 persen, di ajang PEVS 2026 di JIExpo Kemayoran, Minggu (1/11). Sertifikatnya dinilai Kementerian Perindustrian, sementara baterai, motor listrik, dan propeller masih harus diimpor. Frogs juga memasok drone pertanian lewat Kementerian Pertanian, dengan 50 unit pada tahap awal dan 100 unit tahun ini.

Latest updates

Komponen Drone Masih Impor, Frogs Indonesia Berhasil Capai TKDN 66 Persen

TKDN salah satu drone Frogs Indonesia mencapai 66 persen. Namun, industri drone nasional masih bergantung pada impor baterai, motor listrik, dan propeller. Frogs Indonesia terus meningkatkan kandungan lokal produknya. Namun, komponen kritis seperti baterai, motor listrik, dan propeller masih harus didatangkan dari luar negeri. (Dok. Frogs) JawaPos.com - Industri manufaktur drone dalam negeri masih menghadapi tantangan ketergantungan terhadap komponen impor. Sejumlah komponen kritis, seperti baterai, motor listrik (DC motor), dan propeller, belum dapat diproduksi secara mandiri di Indonesia. Kondisi tersebut membuat penguatan rantai pasok lokal menjadi pekerjaan rumah bagi industri drone nasional. CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra mengatakan, perusahaan terus mengembangkan kemampuan manufaktur dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk asing. Salah satu upayanya dilakukan melalui pengembangan teknologi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Saat ini, sejumlah produk drone Frogs Indonesia telah mengantongi sertifikat TKDN yang dinilai oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Bahkan, TKDN salah satu produknya mencapai 66 persen, meningkat dari sebelumnya 53 persen. "Untuk bisa bersaing di pasar Indonesia, kami harus punya sertifikasi TKDN. Karena itu, beberapa drone kami sudah dilengkapi sertifikat TKDN yang diasesmen Kementerian Perindustria.

Sources