Skip to footer
Racks Amravati Data Center
Photo: Illustrative image — Photo: PiDatacenters, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

world

Direktur Eksekutif LPDS Soroti Ancaman AI Terhadap Kualitas Jurnalistik

Direktur Eksekutif LPDS Anthonius Jimmy Silalahi menyoroti ancaman AI terhadap kualitas jurnalistik, independensi, dan kepercayaan publik.

Updated 1 min read

Key points

  • Anthonius Jimmy Silalahi menilai disrupsi AI mengubah total lanskap produksi dan distribusi berita di Indonesia.
  • LPDS akan berfokus pada pendidikan dan pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kualitas pemberitaan dan menyesuaikan dengan teknologi.
  • Jimmy menegaskan wartawan perlu kemampuan berpikir kritis dan pemahaman etika jurnalistik karena AI tidak memiliki nurani dan etika.

Why it matters. Disrupsi AI dapat mengancam kualitas, independensi, dan kepercayaan publik terhadap pers jika wartawan tidak memiliki kemampuan berpikir kritis dan etika jurnalistik.

Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Anthonius Jimmy Silalahi, menilai pers Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas jurnalistik, independensi, dan kepercayaan publik akibat disrupsi AI. Jimmy menyatakan bahwa AI mengubah lanskap produksi dan distribusi berita, namun tidak memiliki nurani dan etika jurnalistik. LPDS akan tetap berfokus pada pendidikan dan pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kualitas pemberitaan.

Latest updates

Direktur Eksekutif LPDS Soroti Ancaman AI Terhadap Kualitas Jurnalistik

Anthonius Jimmy Silalahi menyatakan bahwa pers Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas jurnalistik di tengah perkembangan teknologi AI. Ia menekankan bahwa disrupsi teknologi dapat mengancam independensi media jika tidak dikelola dengan tepat. LPDS mendorong penguatan standar etika jurnalistik untuk menghadapi perubahan lanskap media digital. Langkah ini dianggap krusial guna memastikan kepercayaan publik tetap terjaga di era otomatisasi informasi.

Sources

Topics