
business
LPS Catat 14 BPR dan BPRS Dilikuidasi Sepanjang Januari hingga Oktober 2026
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sebanyak 14 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRs) tutup dan telah
Key points
- Persoalan tata kelola menjadi penyebab dominan kegagalan BPR dan BPRS yang berujung pada keputusan penutupan.
- Sebanyak 62.971 rekening nasabah dinyatakan layak menerima pembayaran klaim penjaminan.
- Total simpanan dalam klaim tersebut mencapai Rp 1,9 triliun hingga periode pelaporan.
Why it matters. Nasabah bank yang ditutup kini menerima pembayaran klaim penjaminan dari LPS atas simpanan mereka.
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sebanyak 14 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRs) tutup dan telah dilikuidasi sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan penutupan bank-bank tersebut utamanya dipicu oleh permasalahan tata kelola di internal lembaga keuangan yang bersangkutan.
Latest updates
LPS Catat 14 BPR dan BPRS Dilikuidasi Sepanjang Januari hingga Oktober 2026
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sebanyak 14 BPR dan BPR Syariah ditutup dan dilikuidasi sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers hasil rapat. Ia menyebut penutupan bank-bank tersebut utamanya dipicu permasalahan tata kelola di internal lembaga keuangan yang bersangkutan. Angka ini menjadi sorotan terhadap stabilitas sektor BPR di Indonesia. Pengawasan terhadap tata kelola BPR diperkirakan tetap menjadi perhatian regulator.
Tata Kelola Bermasalah, 14 BPR dan BPRS Dilikuidasi Sepanjang 2026
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang Januari-Oktober 2026 karena masalah tata kelola. Masalah tata kelola ini menjadi penyebab utama penutupan BPR dan BPRS. LPS menjelaskan bahwa persoalan tata kelola masih menjadi penyebab dominan kegagalan BPR dan BPRS yang berujung pada keputusan penutupan. Dengan demikian, LPS akan terus memantau dan mengawasi BPR dan BPRS untuk mencegah kegagalan.