
tech
Microsoft Klaim AI 4 Kali Lebih Akurat Diagnosis Penyakit dari Dokter
Jakarta - Microsoft melontarkan klaim besar terkait penggunaan AI dalam dunia medis.
Jakarta - Microsoft melontarkan klaim besar terkait penggunaan AI dalam dunia medis. Mereka menyebut sistem AI terbaru garapannya mampu mendiagnosis berbagai kondisi penyakit hingga empat kali lebih akurat dibandingkan dokter manusia. Riset ilmiah mengenai terobosan ini telah resmi dipublikasikan di salah satu jurnal ilmiah paling bergengsi di dunia, Science.
Latest updates
Microsoft Klaim AI 4 Kali Lebih Akurat Diagnosis Penyakit dari Dokter
Microsoft menyebut sistem AI terbaru garapannya mampu mendiagnosis berbagai kondisi penyakit hingga empat kali lebih akurat dibanding dokter. Jakarta - Microsoft melontarkan klaim besar terkait penggunaan AI dalam dunia medis. Mereka menyebut sistem AI terbaru garapannya mampu mendiagnosis berbagai kondisi penyakit hingga empat kali lebih akurat dibandingkan dokter manusia. Riset ilmiah mengenai terobosan ini telah resmi dipublikasikan di salah satu jurnal ilmiah paling bergengsi di dunia, Science. Temuan ini menjadi fondasi awal Microsoft dalam mewujudkan ambisi besar mereka mengembangkan kecerdasan buatan medis tingkat tinggi (medical superintelligence). Diotaki GPT-5, Bekerja Layaknya Panel Dokter Spesialis Sistem yang diberi nama Diagnostic Orchestrator ini ditenagai oleh model AI canggih OpenAI, GPT-5. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Tidak seperti chatbot AI biasa yang sekadar memberikan jawaban instan, Diagnostic Orchestrator mengandalkan arsitektur banyak agen (multi-agent). Sistem ini bekerja meniru proses penalaran tim medis atau diskusi panel dokter spesialis: Menganalisis Riwayat: Menyisir riwayat medis dan gejala klinis pasien. Menentukan Pemeriksaan: Memutuskan jenis tes laboratorium atau pemindaian yang perlu dilakukan. Menarik Diagnosis: Menimbang berbagai kemungkinan sebelum menetapkan diagnosis akhir secara presisi. Pengujian ini menggunakan tolok ukur (benchma.