
business
Ekonom Danamon Proyeksikan Arus Modal Keluar Rp36-108 Triliun Jika MSCI Turunkan Kelas Pasar RI
Ekonom Bank Danamon memproyeksikan arus keluar modal asing Rp36-108 triliun jika MSCI turunkan kelas pasar RI
Key points
- Arus keluar modal asing diperkirakan berasal dari investor yang memakai MSCI sebagai standar dan investor mandiri.
- Investor asing diperkirakan tidak menambah porsi saham hingga masa tunggu berakhir dan memilih wait and see.
- Sensitivitas rupiah terhadap arus keluar dari pasar saham hanya Rp11-12 depresiasi per US$100 juta.
Why it matters. Jika MSCI benar-benar menurunkan kelas pasar saham Indonesia, pasar modal dapat menghadapi tekanan keluarnya dana asing, meski dampak langsung ke rupiah dinilai lebih kecil.
Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan arus keluar modal asing mencapai US$2 miliar hingga US$6 miliar atau Rp36 triliun hingga Rp108 triliun, disampaikan saat briefing Bank Indonesia di Sabang, Kamis (5/11/2026). Skenario ini berlaku jika MSCI menurunkan kelas pasar saham Indonesia menjadi standalone market pada kuartal dua 2027. Menurut Irman, dampaknya ke rupiah kecil, hanya Rp11-12 depresiasi per US$100 juta, karena investor bisa melakukan asset rotation sebelum keluar.
Latest updates
Ekonom Danamon Proyeksikan Arus Modal Keluar Rp36-108 Triliun Jika MSCI Turunkan Kelas Pasar RI
Investor asing diperkirakan akan menjual sahamnya secara masif jika MSCI menurunkan kelas pasar saham Indonesia di emerging market menjadi standalone market pada kuartal II 2027. Kepala ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan arus modal keluar mencapai US$2 miliar hingga US$6 miliar, setara Rp36 triliun hingga Rp108 triliun dengan kurs Rp18.000 per dolar AS. Proyeksi tersebut disampaikan sebagai perkiraan, bukan kepastian keputusan MSCI. Kisruh ini menjadi perhatian pelaku pasar keuangan Indonesia. Keputusan final MSCI mengenai klasifikasi pasar Indonesia belum diumumkan dalam pemberitaan ini.
KSSK Waspadai Tekanan Pasar Keuangan di Tengah Gejolak Global dan Saham Domestik
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga sepanjang kuartal III 2026. Meski demikian, KSSK mengingatkan adanya peningkatan risiko tekanan pada Oktober 2026. Risiko tersebut dipicu eskalasi konflik geopolitik global yang berdampak pada pasar keuangan. Gejolak di pasar saham domestik juga menjadi faktor yang membayangi nilai tukar rupiah dan pasar saham. KSSK menilai kondisi ini perlu dipantau secara ketat oleh otoritas terkait. Pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan tetap waspada dalam menjaga stabilitas sistem keuangan ke depan.
Investor Asing Borong SBN Rp28,79 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Global
Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar global. Investor asing tercatat melakukan beli bersih SBN senilai Rp28,79 triliun. Aksi beli tersebut terjadi ketika pasar keuangan global sedang bergejolak. Kondisi ini menjadi indikator kepercayaan investor asing terhadap instrumen utang pemerintah. Pergerakan arus modal asing ke SBN akan terus menjadi perhatian pelaku pasar.
Investor Asing Sesalkan Usulan MSCI Turunkan Klasifikasi Pasar Saham Indonesia
Investor asing menyatakan penyesalan atas usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia. Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Destry mengungkapkan hal itu dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta pada Kamis. Usulan penurunan klasifikasi ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada persepsi dan arus modal investor global terhadap pasar modal nasional. Hingga berita ini ditulis, rincian jadwal keputusan final MSCI belum tersedia dalam sumber yang diterima redaksi.