business
Investor Asing Borong SBN Rp28,79 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Global
Investor asing borong SBN senilai Rp28,79 triliun di tengah gejolak pasar global
Key points
- Investor nonresiden tercatat membukukan beli bersih SBN sebesar Rp28,79 triliun.
- Spread SUN tenor 10 tahun terhadap UST berada di level 183 basis poin, sedikit turun dari akhir 2025.
- KSSK mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Why it matters. Masuknya aliran modal asing yang masih mencatatkan pembelian bersih dinilai mencerminkan daya tarik surat utang Indonesia dibandingkan surat utang pemerintah Amerika Serikat.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan dalam konferensi pers KSSK Kuartal III-2026 di Gedung BI, Jakarta, Selasa (3/10), bahwa investor nonresiden mencatatkan beli bersih Rp28,79 triliun. Suahasil menyebut kinerja SBN tetap resilien meskipun pasar keuangan global diwarnai gejolak. Selisih imbal hasil SUN tenor 10 tahun terhadap US Treasury berada di level 183 basis poin, turun tipis dibandingkan akhir 2025.
Latest updates
Investor Asing Borong SBN Rp28,79 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Global
Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar global. Investor asing tercatat melakukan beli bersih SBN senilai Rp28,79 triliun. Aksi beli tersebut terjadi ketika pasar keuangan global sedang bergejolak. Kondisi ini menjadi indikator kepercayaan investor asing terhadap instrumen utang pemerintah. Pergerakan arus modal asing ke SBN akan terus menjadi perhatian pelaku pasar.
Investor Asing Sesalkan Usulan MSCI Turunkan Klasifikasi Pasar Saham Indonesia
Investor asing menyatakan penyesalan atas usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia. Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Destry mengungkapkan hal itu dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta pada Kamis. Usulan penurunan klasifikasi ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada persepsi dan arus modal investor global terhadap pasar modal nasional. Hingga berita ini ditulis, rincian jadwal keputusan final MSCI belum tersedia dalam sumber yang diterima redaksi.



