Skip to footer
Frankfurt Stock Exchange (Ank Kumar) 01
Photo: Illustrative image — Photo: Ank Kumar, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

OJK Catat 25 Perusahaan Antre Penawaran Umum Saham di Pasar Modal Indonesia

OJK mencatat 25 rencana penawaran umum saham dalam pipeline pasar modal Indonesia, dengan minat perusahaan melantai yang masih tinggi.

Updated 2 min read

Key points

  • Nilai indikatif dari 25 rencana penawaran umum di pipeline pasar modal Indonesia belum disebutkan.
  • Penghimpunan dana di pasar modal hingga 28 Oktober 2026 mencapai Rp202,04 triliun, didominasi EBUS senilai Rp150,43 triliun.
  • Jumlah SID mencapai 33,36 juta per 26 Oktober 2026, tumbuh 63,94% ytd, sementara 73,54% emiten saham membukukan laba LKTT 2026.

Why it matters. Menurut OJK, minat perusahaan untuk melantai di pasar modal masih tinggi, sementara basis investor terus bertumbuh seiring meningkatnya jumlah SID.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 25 rencana penawaran umum saham dalam pipeline pasar modal Indonesia, kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Nilai indikatif rencana tersebut belum disebutkan. Hingga 28 Oktober 2026 (ytd), penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp202,04 triliun, didominasi EBUS senilai Rp150,43 triliun.

Latest updates

OJK Catat 25 Perusahaan Antre Penawaran Umum Saham di Pasar Modal Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan minat perusahaan untuk melantai di pasar modal Indonesia masih tinggi. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan terdapat 25 rencana penawaran umum yang saat ini berada dalam pipeline. Nilai indikatif dari rencana-rencana tersebut belum disebutkan. OJK juga mencatat pertumbuhan jumlah investor yang signifikan di pasar modal. Jadwal pelaksanaan penawaran umum masing-masing perusahaan belum diumumkan.

OJK Catat Rencana Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp26,24 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat korporasi untuk mencari pendanaan di pasar modal Indonesia masih kuat. Data tersebut berasal dari Laporan Perkembangan Sektor Jasa Keuangan dan Pasar Modal Indonesia. OJK mengungkap rencana penghimpunan dana sebesar Rp26,24 triliun dari perusahaan yang bersiap melakukan penawaran umum. Mayoritas rencana itu berasal dari penawaran umum perdana (IPO). Tren ini tetap bertahan di tengah dinamika pasar global.

23 Perusahaan Tunda Rencana IPO di Tengah Gejolak Pasar Modal 2026

Sebanyak 23 perusahaan memutuskan menunda rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2026. Keputusan itu diambil di tengah kondisi pasar modal yang bergejolak, yang menjadi salah satu pertimbangan utama perusahaan. Laporan tersebut juga menyoroti kondisi perekonomian secara umum sebagai faktor yang ikut memengaruhi waktu pelepasan saham ke publik. Pada hari perdagangan yang dimaksud, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tercatat berhasil mempertahankan penguatan menjelang akhir pekan. Rincian sektor dan nilai dana yang batal atau tertunda belum dijelaskan dalam laporan yang tersedia.

Sources