
business
OJK Catat Rencana Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp26,24 Triliun
OJK mencatat rencana penghimpunan dana pasar modal Rp26,24 triliun, mayoritas dari IPO perusahaan yang bersiap menawarkan saham.
Key points
- Rencana penghimpunan dana Rp26,24 triliun berasal dari perusahaan yang bersiap melakukan penawaran umum, mayoritas IPO.
- Total penghimpunan dana pasar modal hingga 27 Oktober 2026 mencapai Rp202,04 triliun dari 974 emiten terdaftar.
- MSCI meluncurkan konsultasi reklasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada 15 Oktober.
Why it matters. Reklasifikasi yang sedang dikonsultasikan MSCI dapat memengaruhi status pasar modal Indonesia, dengan pembekuan saham dipertahankan hingga keputusan final akhir Juni 2027.
OJK mencatat perusahaan yang bersiap melakukan penawaran umum berencana menghimpun dana Rp26,24 triliun di pasar modal Indonesia, mayoritas lewat IPO. Hingga 27 Oktober 2026, total dana yang dihimpun di pasar modal mencapai Rp202,04 triliun dari 974 emiten terdaftar, sementara investor ritel tumbuh menjadi 33,46 juta. MSCI menilai positif 16 dari 18 indikator aksesibilitas, lalu pada 15 Oktober meluncurkan konsultasi reklasifikasi dari Emerging Market ke Standalone Market.
Latest updates
OJK Catat Rencana Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp26,24 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat korporasi untuk mencari pendanaan di pasar modal Indonesia masih kuat. Data tersebut berasal dari Laporan Perkembangan Sektor Jasa Keuangan dan Pasar Modal Indonesia. OJK mengungkap rencana penghimpunan dana sebesar Rp26,24 triliun dari perusahaan yang bersiap melakukan penawaran umum. Mayoritas rencana itu berasal dari penawaran umum perdana (IPO). Tren ini tetap bertahan di tengah dinamika pasar global.