business
Ketua OJK Lapor Presiden Prabowo Terkait Risiko Penurunan Klasifikasi Pasar Modal
Ketua OJK lapor Presiden Prabowo terkait risiko penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.
Key points
- Indonesia mendapat penilaian positif pada 16 dari 18 indikator MSCI dibandingkan negara emerging market lainnya.
- OJK menjatuhkan sanksi Rp 1,5 triliun atas perdagangan terkoordinasi untuk menjawab catatan MSCI soal penegakan hukum.
- Pasar modal rebound berkat kekuatan domestik meski investor asing melakukan net sell sebesar Rp 3,3 triliun dalam dua hari terakhir.
Why it matters. Penurunan klasifikasi dari emerging market menjadi standalone market oleh MSCI dapat memengaruhi persepsi dan aliran investasi asing di pasar modal Indonesia.
Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi melaporkan risiko penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI kepada Presiden Prabowo di Jakarta pada Jumat (23/10/2026). Indonesia meraih penilaian positif pada 16 dari 18 indikator, namun MSCI menilai penegakan hukum belum cukup tegas. OJK mengklaim telah menjatuhkan sanksi terbesar sepanjang sejarah senilai Rp 1,5 triliun terkait perdagangan terkoordinasi.
Latest updates
Ketua OJK Lapor Presiden Prabowo Terkait Risiko Penurunan Klasifikasi Pasar Modal
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memberikan laporan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi bursa efek nasional. Laporan ini menindaklanjuti pengumuman MSCI yang membuka opsi untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia. Penurunan status menjadi standalone market dikhawatirkan akan berdampak pada aliran investasi asing. OJK kini tengah mengkaji langkah strategis untuk mempertahankan status emerging market Indonesia.



