
business
Modal Asing Masuk Rp126 Triliun ke Pasar Keuangan Indonesia hingga Oktober 2026
Modal asing masuk Rp126 triliun ke pasar keuangan Indonesia hingga Oktober 2026, didorong SBN dan SRBI.
Key points
- Aliran modal asing masuk ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp126 triliun sepanjang Januari hingga akhir Oktober.
- Masuknya dana asing sebagian besar didorong daya tarik instrumen SBN dan SRBI.
- Pasar saham domestik masih mencatat capital outflow oleh investor asing sejak awal tahun.
Why it matters. Pemerintah berharap pasar saham bisa menyusul kinerja SBN dan SRBI, sementara yield SBN mulai naik akibat tekanan sentimen global dari luar negeri.
Kementerian Keuangan mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp126 triliun sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut dana asing itu sebagian besar tertarik pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Namun, pasar saham domestik masih mencatat capital outflow dari investor asing sejak awal tahun.
Latest updates
Modal Asing Masuk Rp126 Triliun ke Pasar Keuangan Indonesia hingga Oktober 2026
Kementerian Keuangan mencatat aliran modal asing masuk (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp126 triliun sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan sebagian besar dana tersebut didorong daya tarik Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Data ini menunjukkan minat investor asing terhadap instrumen rupiah masih terjaga di tengah ketidakpastian global. Pemerintah akan terus memantau pergerakan arus modal tersebut.
OJK Nilai Pasar Modal Indonesia Pulih Bertahap, IHSG Naik 7,83 Persen di Kuartal III 2026
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan pasar modal Indonesia menunjukkan pemulihan secara bertahap. Pemulihan itu berlangsung di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut. Menurut Friderica, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.071 pada akhir kuartal III 2026. Indeks tercatat naik 7,83 persen sepanjang kuartal tersebut, meski sempat mengalami tekanan pada Oktober. Pernyataan ini disampaikan OJK sebagai gambaran kinerja pasar modal hingga akhir September 2026. Perkembangan terbaru pada awal November menunjukkan indeks kembali tertekan.