
business
Bos OJK Soal IHSG di Bawah 5.000: Konsekuensi dari Reformasi Pasar Modal
OJK menilai IHSG yang melemah di bawah level 5.000 merupakan konsekuensi dari reformasi pasar modal yang dijalankan.
Key points
- IHSG melemah 3,78% ke level 4.904,28 pada penutupan perdagangan Selasa (3/11/2026).
- Penghimpunan dana hingga Oktober 2026 tercatat Rp 205,77 triliun dari tujuh IPO.
- Realisasi penghimpunan dana 2026 diperkirakan sekitar Rp 250 triliun hingga akhir tahun.
Why it matters. Pelemahan IHSG menjadi sorotan pelaku pasar, sementara OJK menyatakan fundamental emiten di pasar modal domestik masih terjaga baik.
IHSG kembali melemah 3,78% ke level 4.904,28 pada penutupan perdagangan Selasa (3/11/2026), berada di bawah level 5.000. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut pelemahan itu sebagai konsekuensi reformasi pasar modal, selain dipengaruhi geopolitik dan tekanan inflasi. Dalam konferensi pers KSSK di Gedung Bank Indonesia, ia menyebut dana yang dihimpun hingga Oktober 2026 mencapai Rp 205,77 triliun dari tujuh IPO.
Latest updates
Bos OJK Soal IHSG di Bawah 5.000: Konsekuensi dari Reformasi Pasar Modal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan data RTI Business, IHSG diketahui melemah 3,78% ke level 4.904,28. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pelemahan IHSG menjadi konsekuensi logis dari reformasi pasar modal yang dilakukan pihaknya dan Self-Regulatory Organization (SRO). Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa pasar harus bersaing global, meski kinerja emiten tetap positif. Pihak OJK telah melakukan reformasi pasar modal untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Namun, pelemahan IHSG menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi. Pihak OJK akan terus memantau situasi pasar dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar.