
business
OJK sebut perkembangan teknologi bawa perubahan signifikan terhadap proses pembiayaan
OJK menyebut perkembangan teknologi membawa perubahan signifikan terhadap proses pembiayaan agar lebih cepat dan inklusif.
Key points
- Teknologi AI dan machine learning memangkas waktu analisis kelayakan pembiayaan dari hitungan bulan menjadi hitungan detik.
- Baki debet BNPL per Agustus 2026 mencapai Rp 13,61 triliun dengan total 27,71 juta rekening.
- Outstanding P2P lending per Agustus 2026 sebesar Rp 106,94 triliun dengan total 189,77 juta akun pengguna.
Why it matters. Digitalisasi pembiayaan memperluas akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat, namun memerlukan literasi risiko serta pengawasan OJK untuk mencegah fraud.
Kepala Eksekutif Pengawas OJK Agusman menyampaikan dampak teknologi terhadap pembiayaan dalam Kuliah Umum di Indonesia Banking School pada Sabtu (24/10/2026). Ia menyebut AI dan machine learning mempercepat analisis kelayakan dari hitungan bulan menjadi detik. Per Agustus 2026, baki debet BNPL mencapai Rp 13,61 triliun dengan pertumbuhan 36,57% YoY, sementara outstanding P2P lending menyentuh Rp 106,94 triliun.
Latest updates
OJK sebut perkembangan teknologi bawa perubahan signifikan terhadap proses pembiayaan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan perkembangan teknologi membawa perubahan signifikan terhadap proses pembiayaan. Alhasil, proses pembiayaan kini makin cepat, mudah, da KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan perkembangan teknologi membawa perubahan signifikan terhadap proses pembiayaan. Alhasil, proses pembiayaan kini makin cepat, mudah, dan inklusif. "Pembiayaan digital memungkinkan proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan detik melalui pemanfaatan teknologi, artificial intelligence, dan machine learning dalam analisis kelayakan pembiayaan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam Kuliah Umum di Indonesia Banking School (IBS) dikutip berdasarkan keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026). Seiring hal itu, Agusman menambahkan pemanfaatan layanan pembiayaan digital juga harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai risiko dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal. "Kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi yang memadai, pemahaman risiko, serta kemampuan memenuhi kewajiban agar manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,” ucapnya. Baca Juga.