Skip to footer
Frankfurt Stock Exchange (Ank Kumar) 04
Photo: Illustrative image — Photo: Ank Kumar, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

Potongan Ojol Turun 8 Persen, Pengemudi Belum Rasakan Perubahan Pendapatan

Pengemudi ojol di Jakarta mengaku pendapatan belum naik meski potongan aplikasi turun menjadi 8 persen.

Updated 1 min read

Key points

  • Potongan biaya platform ojol diturunkan dari 20 persen menjadi 8 persen lewat Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
  • Kepmenhub yang memuat ketentuan potongan 8 persen berlaku sejak 1 Juli 2026.
  • Atik memperoleh sekitar Rp 100.000 per hari dan mengeluarkan Rp 90.000 per bulan untuk mengisi daya baterai.

Why it matters. Penurunan potongan aplikasi tidak otomatis menambah penghasilan pengemudi, karena tarif perjalanan dan biaya operasional juga menentukan pendapatan bersih mereka.

Pengemudi ojek online di Jakarta, seperti Atik dan Herman, mengaku belum merasakan kenaikan pendapatan meski potongan aplikasi turun dari 20 persen menjadi 8 persen. Ketentuan itu tercantum dalam Perpres Nomor 27 Tahun 2026 dan berlaku lewat Kepmenhub sejak 1 Juli 2026, menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Atik mengatakan rata-rata memperoleh sekitar Rp 100.000 per hari dan mengeluarkan Rp 90.000 per bulan untuk daya baterai motor listriknya.

Latest updates

Potongan Ojol Turun 8 Persen, Pengemudi Belum Rasakan Perubahan Pendapatan

Potongan aplikasi ojek online (ojol) kini turun menjadi 8 persen dari setiap pendapatan pengemudi. Liputan6 melaporkan bahwa sejumlah pengemudi di Jalan Cikini, Jakarta Pusat, belum merasakan perubahan berarti pada penghasilan mereka. Pengemudi bernama Atik dan Herman termasuk yang menyatakan kondisi ekonomi mereka masih berat. Laporan ini menyoroti kesenjangan antara kebijakan potongan dan pendapatan yang diterima di lapangan. Kebijakan tersebut tetap menjadi perhatian karena menyangkut kesejahteraan jutaan pengemudi ojol.

Sources