
world
Pesantren Gratis di Pangandaran Ini Genjot Santrinya Melek Teknologi
Ponpes Den Mumu Langensari di Pangandaran menggratiskan biaya pendidikan dan membekali santri dengan literasi teknologi.
Key points
- Ponpes Den Mumu Langensari membebaskan seluruh biaya pendidikan dan operasional santri sebesar 100 persen.
- Santri mendapatkan pelatihan komputer meliputi Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint melalui Balai Latihan Kerja.
- Pengawasan asrama dilakukan selama 24 jam untuk mencegah perundungan bagi santri yang berasal dari Garut, Karawang, dan Bandung.
Why it matters. Inisiatif ini memungkinkan santri dari berbagai daerah mengakses pendidikan agama dan kecakapan digital secara gratis untuk meningkatkan daya saing mereka.
K.H. Raden Hilal memimpin Ponpes Den Mumu Langensari di Kabupaten Pangandaran yang membebaskan 100 persen biaya pendidikan dan operasional santri. Heri Kusmayadi menyatakan bahwa seluruh biaya ditanggung Kiai tanpa iuran bulanan maupun dana pembangunan. Lembaga yang terdaftar di Kementerian Agama ini menyediakan Balai Latihan Kerja Komputer untuk mengajarkan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Program ini bertujuan agar alumnus memiliki daya saing dengan sekolah umum melalui penguasaan literasi digital.
Latest updates
Pesantren Gratis di Pangandaran Ini Genjot Santrinya Melek Teknologi
Pondok pesantren Salafiyah di Pangandaran gratiskan biaya pendidikan santri. Fokus pada keilmuan agama dan literasi teknologi untuk persaingan masa depan. Pangandaran - Di tengah melambungnya biaya pendidikan keagamaan, sebuah pondok pesantren Salafiyah di Kabupaten Pangandaran memberikan terobosan bagi masyarakat. Lembaga pendidikan yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pangandaran, K.H. Raden Hilal, ini membebaskan seluruh biaya pendidikan serta operasional santrinya secara penuh atau 100 persen. Selain itu, meski tinggal tepian sawah di Dusun Barenggkok, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Ponpes Den Mumu Langensari ini tidak mau ketinggalan zaman. Para santri diharuskan cakap teknologi, dengan minimal mengenal dunia internet untuk fasilitas ilmu yang positif. Pengurus Bagian Sarana dan Prasarana Pesantren, Heri Kusmayadi, menyampaikan bahwa para santri yang menuntut ilmu di pesantren tersebut tidak dikenai iuran bulanan (syahriah) maupun dana pembangunan. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Alhamdulillah, pangaresa (pimpinan) menggratiskan untuk semua santri. Tidak ada biaya sama sekali, 0 persen. Semua operasional ditanggung langsung oleh Kiai," ujar Heri, saat ditemui Rabu (21/10/2025). Heri menerangkan, kendati berstatus sebagai pesantren Salafiyah dengan fokus utama kajian kitab kuning, tata kelola dan mekanisme pengawasan sa.