Skip to footer
Anacortes Refinery 31911
Photo: Illustrative image — Photo: Walter Siegmund (talk), CC BY 2.5, via Wikimedia Commons

business

PGE Cetak Rekor Produksi Listrik 4.113 GWh dan Laba Bersih Naik 21,45%

PGE catat rekor produksi panas bumi 4.113 GWh hingga September 2026, tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Updated 1 min read

Key points

  • PLTP Kamojang menjadi penyumbang produksi terbesar dengan 1.438 GWh, naik 8,4%.
  • Realisasi produksi 4.113 GWh setara 78,26% dari target perseroan 2026 sebesar 5.255 GWh.
  • Ahmad Yani menyebut keberhasilan ditopang strategi operation excellence dan pengelolaan reservoir.

Why it matters. Capaian ini menunjukkan kinerja operasional PGEO yang menurut Yani ditopang pengelolaan lapangan serta investasi untuk menjaga ketersediaan uap.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan produksi panas bumi 4.113 GWh pada Januari–September 2026, angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Direktur Utama Ahmad Yani menyebut realisasi itu naik 9,86% dari periode yang sama pada 2025 dalam temu media di Jakarta, Rabu (4/11/2026). PLTP Kamojang menjadi penyumbang terbesar dengan 1.438 GWh, disusul Ulubelu 1.218 GWh dan Lumut Balai 702 GWh. Produksi tersebut setara 78,26% dari target 2026 sebesar 5.255 GWh.

Latest updates

PGE Cetak Rekor Produksi Listrik 4.113 GWh dan Laba Bersih Naik 21,45%

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat produksi listrik panas bumi sebesar 4.113 GWh pada periode Januari–September 2026. Angka ini merupakan produksi tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan. Laba bersih perusahaan melonjak 21,45% menjadi US$126,62 juta. Direktur Utama PGEO, Ahmad Yani, menyebut capaian tersebut merupakan akumulasi produksi dari seluruh wilayah operasi. CNBC Indonesia melaporkan perusahaan juga memberi sinyal besaran dividen kepada pemegang saham.

Sources