
business
Prabowo Panggil Menteri Ekonomi hingga Gubernur BI ke Istana
Prabowo menggelar ratas dengan menteri ekonomi dan Gubernur BI Destry Damayanti di Istana Merdeka, membahas inflasi dan APBN.
Key points
- Inflasi 3,23 persen masih berada dalam rentang sasaran pemerintah 1,5-3,5 persen.
- Indeks PMI manufaktur Indonesia naik dari kisaran 52 menjadi 54 pada Oktober 2026.
- Pemerintah harus mengumpulkan pendapatan negara sekitar Rp 600 triliun lebih pada November-Desember.
Why it matters. Pemerintah masih harus mengejar penerimaan dan menjaga efisiensi belanja APBN hingga akhir tahun anggaran, sesuai arahan Presiden, sehingga pengelolaan anggaran menjadi perhatian pada dua bulan terakhir.
Prabowo Subianto memimpin ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026), bersama Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan sejumlah menteri sektor ekonomi. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut inflasi 3,23 persen masih dalam sasaran pemerintah 2,5 persen plus minus 1 persen, sementara indeks PMI manufaktur naik dari kisaran 52 menjadi 54 pada Oktober 2026.
Latest updates
Prabowo Panggil Menteri Ekonomi hingga Gubernur BI ke Istana
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri sektor ekonomi dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Rapat tersebut membahas perkembangan terkini perekonomian nasional, termasuk efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan keterangan Biro Pers Istana, Selasa (3/11/2026), Prabowo memimpin ratas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Pembahasan dimulai dari inflasi, penguatan sektor manufaktur, arus modal asing, hingga pengelolaan APBN menjelang akhir tahun. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif. Hal itu, menurut dia, tecermin dari inflasi yang tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah serta meningkatnya aktivitas sektor manufaktur nasional. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Kita tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya," ujar Suahasil seusai ratas. Ia menjelaskan pemerintah menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen, atau berada pada rentang 1,5–3,5 persen. Dengan demikian, inflasi sebesar 3,23 persen masih sesuai dengan proyeksi.